<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2747392038353271315</id><updated>2012-02-16T06:06:04.782-08:00</updated><title type='text'>KHUSNI MUBAROK ABDULLAH</title><subtitle type='html'>sekedar untuk urun rembug dalam khazanah keilmuan, ala kadarnya....
karena jauh lebih tidak berarti tanpa EKSISTENSI.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>KHUSNIMUBAROK ABDULLAH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TPzMsP72JHI/AAAAAAAAAEU/qeb1Sc8tchY/S220/love%2B%25282.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2747392038353271315.post-7828189790279281790</id><published>2010-11-11T07:29:00.000-08:00</published><updated>2010-11-11T07:47:15.689-08:00</updated><title type='text'>MEMPERTIMBANGKAN KEMBALI NILAI ETIK AGAMA, Sebuah Upaya Menjawab de-religionisasi dalam Masyarakat Modern</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TNwOc0amvPI/AAAAAAAAADM/iZ6r3yR4Z_k/s1600/DSC_0192.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TNwOc0amvPI/AAAAAAAAADM/iZ6r3yR4Z_k/s200/DSC_0192.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5538317530028227826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masayarakt modern&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema sentral kehidupan manusia dewasa ini adalah soal modernitas.  Pandangan-pandamngansosiologis banyak merumuskan tema ini.sebagian merumuskannya sebagai hasil dari konsep-konsep yang diturunkan dari mekanisme dunia pasar atau lazim diebut kapitalisasi.  Dalam dimensi ini modernitas dimaknai sebagai nilai-nilai utama orientasi konsumsi (ekonomi) dan kekuasaan (politik).&lt;br /&gt;Berbeda dengan rumusan di atas, modernitas dalam pandangan kaum weberian dimaknai sebagai proses rasionalisasi, kapitalisasi lahir dari ide-ide dimaksud, akal dalam pandangan weberian dipergunakan untuk tujuan-tujuan tertentu. Tam paknya rumusan ini menjadi tolak ukur penting dari seluruh gerak social kehidupan manusia dan kebudayaannya. Dari ide-ide atau gagasan-gagasan arasional inilah gerak menuju ekon omi berorientasi pasar (industri) dan penyatuan ke dalam kapitalis global (globalisasi) dimulai.&lt;br /&gt;Pada aspek yg lbh jauh, rasionalisme tidak bisa tidak masuk pada ramnah mencari identitas ide yang terstruktur. Ia memaksa masuk pada wilayah-wilayah trans epistimologi,idiologi,budaya dan bahkan agama. Dalam pengertian  kapling epistimologi yang bagaimanapun, idiologi dan budaya manapun termasuk agama bila berdiri sebagai antitesis rasionalitas harus di jebol paksa untuk mendapatkan tujuan-tujuannya. paham yang melunturkan sakralitas ketuhanan dan metafisika. Eksisitensi tuhan,wahyu,dan segala yang melekat pada frame absolutisme dan sakralitas secara perlahan namun pasti dipukul mundur (untuk tidak dikatakan “berdamai”) ke terpi kesadaran manusia. An sich, dalam upaya pencapain tujuannya,menghalalkan segala cara secara membabi buta menembus batas-pbatas norma etika dan agama sekalipun.  &lt;br /&gt;Rasionalisme-dengan paradigma positifisme dan empirisnya secara singkat keteika bersenggama dengan realitas institusi bangsa-bangsa menjelma menjadi faham sekularisme. Faham produk modernitas yang memukul mundur agama dari wilayah social individu dan masyarakat dalam system. Dalam kancah pertarungan idiologi dunia sekularisme telah berhasilmemberi jarak antara agama dan Negara. Di Barat agama bertarung hebat dengan sains yang dianggapnya belenggu kemanusian.dus agama sebagai Institusi, seperti gereja misalnya pada era renaisence abad XIV-XVI di Itali, German, Inggris dan Prancis dituntut keras untuk me-reinterpretasi doktrin katolikisme tentang pembuangan uang dan arti bunga bank.Agama dalam konteks ini “dipaksa dengan hormat” untuk tidak memberi jalan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengatur gerak ekonomi nya sendiri tanpa intervensi paus pada Negara-negara mereka sendiri, sekaligus semngat kuat mengotonomisasi ilmu dari posisi sebelumnya yang absolute dan dogmatic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekularisasi dan de-religionisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekularisasi dalam paradigma berfikir positivistic selain merupakan kemestian sejarah dalam masyarakt bangsa yang rasional juga harus dilihat dalam paradigma empiric. Bagaimana tidak, sekularisasi dalam pengertian demikian berpengaruh besar pada eksistensi kemanusian, dominasi ilmu pengetahuan dan teknologi akan menyebabkan peranan agama tereduksi dalam proses-proses pengambilan keputusan masyarakat, baik ekonomi, politik dan sebagainya. Proses sekularisasi juga dapat dilihat dalam bidang politik misalnya, logika untuk tujuan-tujuan tertentu seringkali abai terhadap pertimbangan nilai etik agama.contoh lain dapat dilihat dari system ekonomi yang “kurus” dari pertimbangan maslahat ketimbang untung rugi.pertimbangan penghormatan terhadap hak asasi individu yang engalahkan hak asasi manusia sebagai mayoritas, dari maslaah perkawinan lintas agama,pornohgrafi,sek bebas prostitusi hingga lokalisasi. &lt;br /&gt;Krisis peran dan fungsi agama dapat di lihat dari menguatnya semangat pemberontakan ataerhadap bangunan agama (institusionalized) yang dinilai menjadi penghalang gai eksistensi kemanusiaan. Harus di akui bahwa dalam agama terdapat aspek-aspek konservatif yang memberikan rasa kesucian terhadap tradisi dan keberlangsungannya. Karenanya agama seringkali bersikap menahan diri terhadap unsure-unsur sekularisme yang mungkin  dinilai profane. Kalaupun rterdapat aspek-aspek lain dalam agama yang mendorong geliat transformasi perubahan namun tetap ada elemen-elemen tertentu dari agama yang selalu menjaga kemapanannya. Masalahnya menjadi rumit ketika sekularisme masuk ke dalam sisitem keyakinan individu-individu bangsa dalam relasinya sebagai makhluk beragama di satu sisi dan bagian dari Negara di sisio lain. &lt;br /&gt;Ketika sekularisasi berhasil membungkus agama menjadi “hanya” paket-paket informasi, urusan agama adalah urusan pribadi dan bukan bagian kehidupan social, urusan agama adalah aurusan hari setelah kematian, atau bahkan agama dianggap menbjadi nilai-nilai suplementer dan seabreg muatan-muatan sekularisme lainnya maka sesungguhnya telah berlangsung proses objektivikasi dan rasionalisasi dalam dunia agama. Al-hasil,ruh agama semakin menghilang. Sebagai konsekuensinbya, secara sosiologis adaah bahwa kemajuan ekonomi,politik,soial dan budaya dapat di raih tapi kering dari nilai-nilai agama. Seorang boleh mangaku beragama tapi abai pada kewajiban keberagamaannya, mengamini seks bebas asal memakai kondom, menjadi ahli bidang agama tanpa menjadi religius, dan istilah lain yang serupa untuk menggambarkan de-religionisasi dalam kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Transformasi nilai etik humanisme agama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Realitas yang abu-abu di atassesungguhnya hanya tahapan ilustrasi dari persinggungan agama dengan modernitas. Yang menjadi tema sentral dari kondisi ini adalah mengamini modernitas sebagai kemestian tanpa harus mempertentangkannya dengan agama di sastu sisi sekaligus mempertegas posisi peran dan fungsi agama  diranah modernitas yang terus berjalan. Pendekatan paradigma post modernisme nampaknya tidak cukup menyelesaikan persoalan mengingat sains dan teknologi berkutat pada respon agama terhadap dampak positif dan negatifnya.&lt;br /&gt;Yang lebih penting adalah kembali melakuka rekonstruksi nilai-nilai etik agama untuki lebih menjadi pendorong modernitas tetapi juga menjadikan agama sebagai roh modernitas itu sendiri. Nampaknya pendekatan  Post Paradigmatik lebih layak diptimbangkan kembali. Agama harus dibedah melalui kontektualisasi dinamisasi kehidupan manusia, dengan cara ini agama merespon semua problem social pemeluknya dan menampakkan dirinya sebagai kekeuatan tempat “berbagi”. Tanpa itu-agama yang selalu melangait- secara perlahan agama akan ditinggalkan untuk tidak dikatakan diacuhkan.&lt;br /&gt;Agama, dengan pendekatan post Paradigmatik ini diupayakan dapat me-rekontruksi system nilai etik di dalamnya. Menariknya sedikit masuk pada wilayah-wilayah falsafah humanisme social yang dimiliki agama. Mengingat pertama, agama dapat mengintegrasikan sains dan teknologi tanpa harus menjadi antitesis, tak ada alas an bagi anusia untuk pobia terhadap rasionalisme  dan positifisme yang akan mengarahkan manusia pada sekularitas, karena justru agama mampu menadopsi ilmu engetahuan dan teknologi tanpa harus mengalami kontradiksi.&lt;br /&gt;Kedua, dalam struktur agama tidak di kenal dikotomi antara dimensi keduniaan dan dimensi akhirat, keduanya di integrasikan dalam dimensi keseimbangan, konsep di dalam agama bukan melulu teologi, sehingga karakter inklusifitas dalam beragama hanya akan membawa manusia semakin jauh dari pembumian nilai-nilai humanisme teosentris agama. &lt;br /&gt;Tugas Agama berikutnya adlah mempertegas keberadaannya sebagai system keyakinan yang terbuka bagi penataan kehidupa social ,ekonomi, politik dan budaya. Menjadi panduan dus memberikan jawaban sekaligus. Agama harus mampu melakukan transformasi social dengan nilai-nilai etiknya dengan harapan agar manusia  siap menghadapi semua bentuk tantangan modernitas yang terus berjalan.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;wallahua’lam.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2747392038353271315-7828189790279281790?l=tegalrumpit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/feeds/7828189790279281790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2010/11/mempertimbangkan-kembali-nilai-etik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/7828189790279281790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/7828189790279281790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2010/11/mempertimbangkan-kembali-nilai-etik.html' title='MEMPERTIMBANGKAN KEMBALI NILAI ETIK AGAMA, Sebuah Upaya Menjawab de-religionisasi dalam Masyarakat Modern'/><author><name>KHUSNIMUBAROK ABDULLAH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TPzMsP72JHI/AAAAAAAAAEU/qeb1Sc8tchY/S220/love%2B%25282.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TNwOc0amvPI/AAAAAAAAADM/iZ6r3yR4Z_k/s72-c/DSC_0192.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2747392038353271315.post-4025117028492450578</id><published>2010-06-16T23:53:00.000-07:00</published><updated>2010-06-17T00:16:09.910-07:00</updated><title type='text'>Sejarah singkat Yudaisme*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TBnKjCq4gvI/AAAAAAAAAC0/0vCpiengMLU/s1600/Photo_00001.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 146px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TBnKjCq4gvI/AAAAAAAAAC0/0vCpiengMLU/s200/Photo_00001.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483636724661256946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Khusni Mubarok, M.Ag&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TA’RIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudaisme ialah agama orang-orang Ibrani yang turun temurun dari Ibrahim as. Yang dikenal dengan Asbath (anak-cucu) Bani Israil, dimana Allah mengutus Musa as. Kepada mereka, diperkuat dengan Taurat, agar Nabi Musa menjadi Nabi untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Musa as. Salah seorang Bani Israel, dilahirkan di Mesir ketika yang menjadi Fir’aun adalah Rames II (1301-1234 SM). Ia dididik dalam istana Fir’aun, setelah dihanyutkan oleh ibunya di Sungai Nil, dan diletakkan di dalam Tabut. Ketika besar ia membunuh seorang Mesir. Sesuatu yang mendorong Musa untuk pergi melarikan diri menuju Madyan, dimana ia bekerja sebagi penggembala pada Syu’aib, yang kemudian mengawinkannya dengan salah satu putrinya sendiri.&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya pulang ke Mesir, Allah menurunkan wahyu kepadanya di Sinai, dan memerintahkannya agar ia bersama saudaranya sendiri, Harun pergi menemui Fir’aun untuk menda’wahinya dan menyelamatkan Bani Israel. Ia pun pergi kepada Fir’aun, tetapi Fir’aun berpaling dari mereka. Maka Musa bersama Bani Israel keluar meninggalkan Mesir. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1213 SM, pada masa Fir’aun Manephtah yang menggantikan ayahnya, Ramses II. Fir’aun hamper berhasil mengejar mereka. Tetapi Allah menenggelamkannya dalam lautan, dan Musa as. Bersama kaumnya selamat.&lt;br /&gt;Di gurun Sinai, Musa as. Naik ke gunung Sinai untuk beraudiensi dengan Tuhannya dan menerima perintah-perintah suci. Tetapi ketika kembali, ia menjumpai kaunya telah menyembah anak sapi yang terbuat oleh Samiri. Kemudian Musa melarang mereka untuk meneruskan perbuatannya itu. Dan ketika mereka diperintahkan Musa untuk masuk ke Palestina mereka tidak mau, dan berkata kepada Musa: “disana ada kaum yang kejam. Maka pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya ingin duduk dan menanti di sini saja”. Maka Allah murka kepada mereka, dan mereka dibiarkan sesat di padang pasir selama 40 tahun. Dan pada masa itulah Musa meninggal dan dimakamkan di Kutsaib Ahmar sebelum masuk ke Palestina.&lt;br /&gt;Saudaranya, Harun wafat pula dan dimakamkan di gunung Hor. Para ahli sejarah menyebutkan, bahwa mereka yang bersama Musa, semuanya mati karena tersesat, kecuali 2 orang saja, yaitu Yusya’ salah satunya.&lt;br /&gt;Yusya’ (Yosua) bin Nun: memegang tampuk kepemimpinan setelah Musa as. Dan masuk bersama Bani Israel lewat jalan timur Yorddania menuju Ariha. Ia wafat pada tahun 1130 SM.&lt;br /&gt;Kawasan yang telah dibuka dan terpecah menjadi 12 bagian itu diperintah oleh para Hakim. Ketika itu telah muncul di tengah-tengah mereka seorang Hakim bersama Dubara. Masa (zaman) berpuak-puak yang primitive itu berlangsung sampai kira-kira satu abad menurut perhitungan para ahli sejarah. &lt;br /&gt;Hakim yang terkhir adalah Samuel Saul yang menjadi raja mereka. Dialah yang disebut di dalam Al-Quran dengan nama “Kalut”. Dialah yang memimpin mereka dalam berbagai pertempuran sengit melawan orang-orang di sekitarnya. Dan Daud adalah salah seorang tentara mereka. Dalam salah satu pertempuran. Daud mengalahkan Jalut, panglima Konstantinopel. Dari sanalah Daud muncul sebagai panglima yang mempunyai peranan tersendiri.&lt;br /&gt;Daud menjadi Raja ke II di kalangan mereka. Dan kerajaan itu telah menjadi ketentuan bagi anak cucunya secara turun-temurun. Yerussalem (al-Quds) dijadikan sebagai Ibukota kerajaan, dengan membangun “Haikal Yang Suci”, dan membawa tabut ke tempat itu. Pemerintahannya itu berlangsung selama 40 tahun.&lt;br /&gt;Sulaiman bin Daud menggantikan ayahnya. Bintangnya menjulang sampai menantu Fir’aun Mesir akan digantungnya. Tetapi kerajaanya mulai memudar pada akhir masa kekuasaannya, yang hanya terbatas pada Yordania Barat. Ia digantikan oleh Rahbeam: yang menjadi raja pada tahun 935 SM. Hanya saja, ia tidak dibaiat oleh para Asbath. Oleh karena itu, Bani Israel berpaling darinya, dan cenderung kepada saudaranya sendiri, yaitu Yarbeam. Hal itu telah mengakibatkan terpecahnya kerajaan menjadi dua.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kerjaan Utara: Bernama Israel, ibuka Samaria&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kerajaan Selatan: Bernama Yudea, ibukotanya Yerussalem&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Masing-masing dari dua kerajaan itu diperintah oleh 19 raja. Kerajaan itu bermuara pada dinasti Sulaiman dalam kerajaan Yudea setelah berbagai peralihan juga terjadi dalam sejumlah dinasti Kerajaan Israel.&lt;br /&gt;‘Amos, seorang nabi yang muncul sekitar tahun 750 SM. Ia adalah nabi dalam Perjanjian Lama yang paling dahulu yang ucapan-ucapanya sampai kepada kita secara tertulis. Ia hidup pada masa Yarbeam ke-II (783-743 SM).&lt;br /&gt;Orang-orang Israel pada tahun 721 SM, terperosok dalam genggaman orang-orang  Asyriah pada zaman raja sargon II, raja Asyriah. Oleh sebab itu, mereka lenyap dari peredaran sejarah. Sementara kerajaan Yudea jatuh ketangan orang-orang Babylonia pada tahun 586 SM. Nebuchadnezar telah menghancurkan Yerussalem beserta tempat ibadahnya, menawan orang-orang Yahudi di Babyl. Ini merupakan penghancuran yang pertama. &lt;br /&gt;Pada tahun 538 SM, Cyrus Agung raja Persia menduduki kerajaan Babylonia, dan beliau telah mengijinkan orang-orang Yahudi kembali ke Palestina. Tetapi yang pulang hanya sedikit sekali.&lt;br /&gt;Pada tahun 320 SM, pemerintahan di Palestina dipegang oleh Alexander Agung. Setelah itu dipegang oleh orang-orang Petalius.&lt;br /&gt;Pada tahun 63 SM, orang-orang Romawi merebut Palestina dan menguasai Quds dibawah pimpinan jendral Pompey.&lt;br /&gt;Pada tahun 20 SM, Herodes membangun kembali Candi Sulaiman. Candi ini pernah berdiri sampai tahun 70 SM, sebelum raja Titus mengancurkan kota dan membakar candi. Dan ini adalah penghacuran yang kedua kalinya. Dan telah datang pula pasukan Adrianus pada tahun 135 M, untuk memusnahkan peninggalan (jejak-jejak) kota itu seluruhnya, dan membasmi orang-orang Yahudi dengan cara dibunuh dan diusir. Sebagai gantinya, Adrianus membangun sebuah candi untuk pemujaan dewa “Yupiter”  ditempat suci itu. Candi itu tetap berkembang sampai dihancurkanya kembali oleh orang-orang Masehi pada zaman raja Konstantin.&lt;br /&gt;Pada tahun 636 M, orang-orang Islam menaklukan Palestina. Ketika penyerahan kota suci Yerussalem, Patriach Kristen Sophronius membuat beberapa persyaratan, yang salah satunya ialah tidak dibenarkan seorang Yahudi pun menetap di kota suci itu.&lt;br /&gt;Pada tahun 1897 M, orang-orang Yahudi memulai gerakannya yang baru. Gerakan dengan zionisme itu adalah untuk membangun Negara Israel di bumi Palestina. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yesaya&lt;/span&gt;: hidup pada abad ke 8 SM. Ia pernah menjadi penasehat raja Hizkia, raja Yahudi (729-668 SM).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yeremia&lt;/span&gt;: (650-580 SM), dialah yang selalu menjelaskan kesalahan-kesalahan kaumnya sebagai upaya untuk mengantisipasi jatuhnya Yerussalem. Ia menghimbau kaumnya agar tunduk kepada kekuasaan Babylonia. Hal inilah yang menyebabkan orang-orang Yahudi menekannya dan memusuhinya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yehezkiel&lt;/span&gt;: muncul pada abad ke 6 SM. Ia berbicara tentang hari kebangkitan hisab, dan Al-Masih yang akan datang dari keturunan Daud untuk menjadi raja yang memerintah orang-orang Yahudi. Ia hidup sezaman dengan masa jatuhnya kerajaan Yudea oleh pasukan Babylonia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Daniel&lt;/span&gt;: mempermaklumkan masa depan bangsa Israel yang popular dengan mimpi-mimpi simboliknya. Dan ia telah menjanjikan, bahwa bangsanya akan selamat dibawah pimpinan Al-Masih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt; : Sekte-sekte Yahudi&lt;br /&gt;1. Golongan Parisi: yaitu golongan yang menyendiri atau sempalan. Tapi mereka lebih suka menamakan dirinya ahli agama atau “Rabbaniyyin” (orang-orang Robbani). Mereka adalah ahli tasauf, pendeta yang tidak kawin. Tetapi mereka memelihara madzhabnya lewat adopsi. Diyakininya hari kebangkitan, malaikat, dan alam akherat. &lt;br /&gt;2. Golongan Sadduki: yaitu sebuah nama untuk golongan yang beroposisi. Sebab mereka terkenal dengan sikap ingkar. Diingkarinya kebangkitan, hisab, sorga, dan neraka. Diingkarinya pula Talmud, malaikat, dan al-Masih yang dinantikan.&lt;br /&gt;3. Golongan Fanatik: Pemikiran mereka dekat dengan pemikiran golongan Parisi. Tetapi mereka tidak memiliki sifat toleransi dan bahkan bersikap permusuhan. Pada awal abad pertama, mereka telah melakukan pemberontakan, membunuh orang-orang romawi, dan membunuh setiap orang Yahudi yang bekerja sama dengan orang Romawi, oleh sebab itu, mereka disebut “Tukang menumpahkan darah”&lt;br /&gt;4. Golongan Penulis: mereka mengenal syari’at karena pekerjaan mereka menulis syari’at. Oleh karena itu dijadikannya nasehat agama sebagai profesi mereka. Mereka disebut Rabi atau orang bijak, atau tuan-tuan. Salah satu diantara mereka gelari “Bapa”. Mereka telah memetik kekayaan dari sekolah-sekolah dengan mengorbankan pengikut-pengikut mereka sendiri.&lt;br /&gt;5. Golongan Pembaca: Mereka adalah minoritas Yahudi yang muncul setelah jatuhnya golongan Parisi dan mewarisi para pengikutnya. Mereka hanya mengakui Perjanjian Lama, tidak mau tunduk kepada Talmud, dan tidak mau mengakuinya, dengan alasan bahwa mereka bebas menjabarkan Taurat.&lt;br /&gt;6. Orang-orang Samiri: Yaitu sekolompok orang-orang selain Bani Israel yang berlegak Yahudi. Mereka tinggal di pegunungan Baitul Maqdis, meyakini kenabian Musa, Harun dan Yosua bin Nun, tanpa ada nabi lagi sesudah mereka. Mengaku sebagai nabi. Itu terjadi 100 tahun SM, mereka telah terpecah-pecah menjadi Doustanisme, yaitu pengikut Al-Fan, dan Kustanisme, artinya jama’ah tasauf. Kiblat orang-orang samiri adalah gunung yang disebut “Gharizm” yang terletak antara Baitul Maqdis dengan Nablus. Bahasa mereka bukan bahasa Ibrani.&lt;br /&gt;7. Sabaisme: mereka adalah pengikut Abdullah bin Saba’ yang masuk Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam. Dialah yang menerjemahkan penentang terhadap Utsman dari ucapan menjadi perbuatan dengan menyalakan api fitnah. Dialah yang membuat hadits palsu untuk mendukung pendapatnya. Dialah pula yang sebenarnya memandu perkembangan fitnah-fitnah secara agamis dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;: Kitab-kitab Mereka&lt;br /&gt;Perjanjian Lama: Adalah kitab suci versi orang Yahudi dan Kristen, dimana terekam di dalam syair, essai, kata-kata hikmah, peribahasa, pepatah, kisah, cerita-cerita lama, filsafat hukum, percintaan, ratapan sedih pengantar kematian dan lain-lain yang terbagi menjadi dua:&lt;br /&gt;a. Taurat: isinya 5 kitab: kejadian, keluaran, imamat, bilangan dan ulangan. Semua itu disebut kitab-kitab Musa&lt;br /&gt;b. Kitab para Nabi: terbagi menjadi dua:&lt;br /&gt;1. Kitab para nabi terdahulu: Yosua bin Nun, Hakim-hakim, Samuel I. Samuel II, Raja-raja f, dan raja-raja II.&lt;br /&gt;2. Kitab para Nabi terkahir: Yesaya, Yeremiya, Yehezkiel, Hosea Yoel, ‘Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Nabkuk, Zafanya, Hagai, Zakaria, dan Maleakhi.&lt;br /&gt;c. Tulisan-tulisan:&lt;br /&gt;1. Tulisan Agung: Mazamir (zabur), atau zabur Amtsal (dari Sulaiman), Ayub.&lt;br /&gt;2. Majalah yang lima: Kidung Agung, Ruth, Ratapan (rintihan Yeremia), Al-jamiah, Ester.&lt;br /&gt;3. Buku-buku: Daniel, Ezra, Nehemia, Tawarikh I, Tawarikh II.&lt;br /&gt;Buku-buku tersebut diatas diakui oleh orang-orang Yahudi dan Protestan.&lt;br /&gt;Adapun gereja Katholik: menambah lagi 7 buah buku, yaitu: Tubia, Yahudit, Hikmat, Yasu’ bin sirakh, Barukh, Makkabi I dan Makkabi II. Disamping itu, diubahnya kitab Raja-raja yang empat. Yang pertama dan yang kedua diganti dengan kita Samuel I dan Samuel II.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ester dan Yahud&lt;/span&gt;i: masing-masing adalah dongeng yang mengisahkan perjuangan wanita Yahudi, masing-masing ketika dibawah penguasa Bani Israel, menghadapi kekuasaan Persia dan Babylonia. Masing-masing wanit ini mengorbankan kecantikan dan daya tariknya untuk melindungi orang-orang Yahudi, terutama dengan memberikan pelayanan, masing-masing untuk raja Persia dan Babylonia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Talmud&lt;/span&gt;: adalah cerita-cerita lisan yang turun-temurun dari para pemimpin agama Yahudi, yang kemudian dihimpun oleh seorang ahli agama Judas pada tahun 150 M, dalam sebuah buku yang disebut Misyna”, artinya syari’at yang diulang-ulang, yaitu pengulangan dari Taurat Musa  sebagai penjelasan dan penafsiran. Seorang Rabi (ahli agama) Yahuza pada tahun 216 M, telah merampungkan penulisan tentang tambahan-tambahan dan cerita-cerita lisan. Penafsiran Misyna dan Jimara itulah Talmud tersusun. Talmud, menurut Yahudi mendapatkan tempat yang sangat penting dan lebih utama daripada Taurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;: Hari-hari besar&lt;br /&gt;1. Hari Paskah: yaitu hari raya keluarnya Bani Israel dari Mesir. Dimulai dari tanggal 14 april sore s/d 21 april sore. Makanan pada hari itu adalah roti yang tidak beragi.&lt;br /&gt;2. Hari Penebusan: Jatuh pada bulan sepuluh dari tahun Yahudi, seseorang melepaskan diri selama 9 hari untuk beribadah dan berpuasa. Hari itu disebut juga hari taubat. Dan pada hari yang kesepuluh yang merupakan hari penebusan itu Yahudi tidak makan dan minum, menghabiskan waktunya untuk beribadah, dimana segala kesalahannya diampuni, sehingga ia siap untuk menyambut tahun baru.&lt;br /&gt;3. Ziarah ke Baitul Maqdis. Diwajibkan kepada setiap Yahudi, laki-laki yang akil baligh untuk berziarah ke Baitul Maqdis, dua kali setiap tahun.&lt;br /&gt;4. Bulan Baru: Mereka berpesta pora menyambut hadirnya “Bulan (Hilal) Baru”, Pada hari itu terompet-terompet ditipu di Baitul Maqdis, dan lampu-lampu dinyalakan sebagai tanda bahagia.&lt;br /&gt;5. Hari Sabtu: Bagi mereka, tidak diperbolehkan untuk berkerja pada hari ini. Sebab hari itu Allah menurut mereka beristirahat. Oleh sebab itu, orang-orang Yahudi bersepakat, bahwa Allah ketika selesai menciptakan langit dan bumi, bersemayam diatas ArsyNya, terlentang bersandarkan kepada kepalaNya, meletakkan satu kaki ke kaki lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keempa&lt;/span&gt;t: Tuhan&lt;br /&gt;Orang Yahudi adalah ahli kitab yang bertauhid. Ini adalah pada asalnya. Namun mereka lebih cenderung pada polyteisme, dan oportunistis. Hal itu telah mengakibatkan banyaknya para Nabi di tengah mereka untuk mengembalikan mereka kepada tauhid yang benar setiap kali mengalami penyelewengan dalam memahami Tuhan.&lt;br /&gt;Dijadikannya anak sapi sebagai sesembahan mereka, setelah mereka keluar dari Mesir,  perjanjian lama meriwayatkan, bahwa Musa telah membuatkan untuk mereka seekor ular dari tembaga, dan Bani Israel kemudian menyembahnya. Oleh sebab itu, ular menurut mereka adalah suci, sebab menggambarkan satu kebijaksanaan dan kejeniusan.&lt;br /&gt;Tuhan menurut Bani Israel disebut “Yahweh”. Dia bukanlah Tuhan yang menciptakan, tapi Tuhan yang diciptakan sesuai dengan keinginan mereka. Dia tidak ma’shurn (terpelihara) tetapi melakukan kesalahan, membebek, menyesal, menyuruh, mencuri, kejam, fanatik dan menghancurkan ummat manusia. Semua itu bisa terjadi, jika Bani Israel menghendaki. Dia hanya Tuhannya Bani Israel saja. Dengan demikian, maka ia adalah musuhnya orang-orang selain Yahudi. Dia digambarkan berjalan di depan jama’ah Bani Israel bak tiang awan pada siang hari dan pada tiang api pada malam hari untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.&lt;br /&gt;Ezra: Dialah yang telah menciptakan Tauratnya Musa setelah hilang. Oleh sebab itulah maka setelah dibangunnya kembali Haikal Sulaiman, Ezra disebut anak Allah. Dialah yang disebut oleh al-Quran dengan Uzair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;: Pemikiran dan Keyakinan-keyakinan lainya.&lt;br /&gt;• Diyakininya, bahwa yang disembelih dari pada putranya Nabi Ibarahim as. Adalah Ishaq yang dilahirkan oleh Sarah. Padahal yang benar, bahwa yang disembelih itu adalah Ismail, mereka telah bermusuh-musuhan pada hari sabtu. Oleh karena itu bagi mereka adalah kera dan babi, sebagai pembalasan untuk mereka&lt;br /&gt;• Dalam agama mereka, dan balasan, tidak disebutkan kebangkitan, keabadian, ganjaran, dan balasan, kecuali hanya isyarat-isyarat sederhana yang tidak mendalam. Itu terjadi, karena masalah-masalah tersebut sangat jauh dari jangkauan pemikiran Yahudi yang materialistik. &lt;br /&gt;• Ganjaran dan balasan hanya berlaku di dunia. Ganjaran adalah kemenangan dan pertolongan. Balasan adalah kerugian, kehinaan dan perbudakan.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tabut&lt;/span&gt;: ialah sebuah kotak tempat mereka menyimpan barang-barang berharga, seperti harta benda (uang), dokumen-dokumen, dan kitab suci.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tempat pemotongan&lt;/span&gt;: adalah sebuah tempat khusus untuk menyalakan (membakar) kemeyan (dupa) diletakkan di depan tirai dihadapan “Tabut”.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Haikal&lt;/span&gt; (candi): adalah sebuah bangunan yang atas perintah Daud dibangun oleh Sulaiman. Di dalamnya telah dibangun “mimbar” (mihrab). Artinya yang paling suci diantara yang suci. Diletakkan pula sebuah tempat untuk meletakkan Tabut Perjanjian Tuhan.&lt;br /&gt;•&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Kepasturan&lt;/span&gt;: ia khusus untuk anak-aaknya Levi, salah satu Putra Ya’kub. Hanya merekalah yang berhak untuk menafsirkan teks-teks kitab suci dan menyajikan Qurban. Mereka terbebas dari pajak. Pribadi-pribadi mereka adalah sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan (Allah). Dengan demikian, mereka lebih dari raja.&lt;br /&gt;• &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Qurban&lt;/span&gt;: Termasuk juga qurban manusia, disamping hewan dan buah-buahan. Kemudian setelah itu, cukuplah itu dengan sepotong dari manusia,  yaitu apa yang terpotong daripada khitan yang dipegang teguh oleh orang Yahudi sampai sekerang. Ini lebih utama daripada buah-buahan, hewan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;• Diyakininya bahwa mereka adalah bangsa pilihan Allah. Dan ruh orang-orang Yahudi adalah bagian daripada Allah itu sendiri. Apabila seorang Juwaim (buta huruf) seorang Israel maka sama dengan memukul kehormatan Tuhan. Perbedaan antara derajat manusia dengan hewan adalah sama bedanya antara seorang Yahudi dengan yang non Yahudi.&lt;br /&gt;• Diperbolehkannya menipu, mencuri, dan melakukan ribu kepada orang-orang non Yahudi , saksi palsu, bersumpah bohong di hadapannya. Semua itu, karena orang-orang non Yahudi sederajat dengan anjing, babi, dan binatang ternak. Bahkan mereka mendekatkan diri pada Allah dengan melakukan perbuatan yang busuk itu.&lt;br /&gt;• Talmud berkata tentang Al-Masih: bahwa Yesus, sang juruselamat itu berada dalam jilatan neraka antara minyak hitam dan api, sedang Maryam Ibunya, telah melahirkannya dari seorang prajurit yang bernama Pandara lewat perbuatan dosa. Sementara gereja-gereja Kristen berada dalam tingkatan yang sama dengan tempat-tempat sampah yang busuk, dimana para kokinya hampir mirip dengan anjing-anjing yang menggonggong.&lt;br /&gt;Oleh karena itu kondisi yang tertekan, muncul di kalangan mereka ide tentang Al-Masih yang Muntadhar (yang ditunggu-tunggu), sebagai satu bentuk pertolongan dan pencarian tentang cita-cita dan harapan.&lt;br /&gt;• Perjanjian Lama bicara tentang peristiwa dramatis yang terjadi di rumah Daud : Absyalom bin Daud mempunyai saudara perempuan yang cantik, bernama Tamar. Absyalom sangat menyayanginya ketika gadis itu dicintai oleh saudara seayah Absyalom bernama Amnon, terjadilah rekayasa dimana Amnon memeinta kepada ayahnya agar saudara perempuannya itu hadir ke kamarnya untuk menghidangkan makanan dan sekaligus menungguinya. Ketika Tamar hadir, dikosongkannya ruangan itu, dan ia menzinahinya. Maka keluarlah Tamar sambil menangis, ketika Absyalom, saudra kandungnya mengetahuinya peristiwa itu, ia mengatur siasat tipu daya untuk membalas dendam kepada Amnon. Maka Amnon bersama saudaranya diundang makan. Absyalom berpesan kepada pembantunya agar memberi makan dan minum yang banyak kepada Amnon sampai mabuk, kemudian Amnon dibunuhnya.&lt;br /&gt;• Dikatakanya, bahwa Ya’kub telah berkelahi dengan Tuhan. Dan Luth telah minum khamr (alkohol) dan menzinahi kedua putrinya setelah ia selamat dari gunung Shougher. Sedangkan Daud sangat jelek di mata Tuhan.&lt;br /&gt;• Taurat Musa telah hilang setelah dihancurkannya Haikal pada zaman Nebuchadnezar. Ketika kitab itu ditulis kembali pada masa Artachsyita, raja Persia, kitab tersebut telah mengalami penyelewengan (diubah/diganti) dari aslinya. Allah berfirman dalam Al-Quran:&lt;span style="font-style:italic;"&gt; “mereka suka merubah perkataan Allah dari tempatnya, dan mereka sengaja melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya”&lt;/span&gt;. (QS. Al-Maidah 5:13)&lt;br /&gt;Allah juga, berfirman &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Lalu ditimpakan kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapatkan kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas”.&lt;/span&gt; (QS. 2:61)&lt;br /&gt;Agama mereka hanya khusus untuk mereka sendiri, eksklusif untuk bangsa Yahudi saja. Allah berfirman: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu”.&lt;/span&gt; (QS. Al-Maidah 5:79)&lt;br /&gt;Saudara laki-laki tertua adalah pewaris pertama. Ia mempunyai hak dua bagian berbanding satu daripada saudara-sauadaranya yang lain. Dan tidak ada perbedaan antara yang lahir dari hasil pernikahan atau tanpa nikah dalam hal warisan.&lt;br /&gt;Setelah nikah, wanita dikategorikan sebagai hamba bagi suaminya hartanya juga menjadi milik suami. Akan tetapi karena banyak perselisihan, akhirnya ditetapkan, bahwa istri memiliki hak kontrol terhadap kekayaan, sedangkan suami boleh memiliki atas dasar hak guna pakai.&lt;br /&gt;Barang siapa yang sudah berusia 20 tahun dan tidak mau kawin, maka ia berhak untuk dila’nat. poligami dibolehkan secara hukum tanpa ada batasan tertentu. Orang Rabbani menetapkan 4 istri, sementara para Qorro  (ahli baca) membebaskannya tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AKAR PEMIKIRAN DAN ASPEK IDEOLOGINYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menyembah sapi diadopsi dari orang-orang Mesir kuno, dimana orang-orang Yahudi berada di Negeri itu sebelum mereka keluar. Pemikiran Mesir Kuno dianggap sumber utama bagi kitab-kitabnya dalam Perjanjian Lama. Sumber-sumber Perjanjian Lama itu antara lain pemikiran Babylonia dan Persia. Sumber penting yangdijadikan pijkan oleh kitab-kitab Perjanjian Lama ialah perundang-undangan Hamurabi yang kembali kepada sekitar 1900 tahun SM. Perundang-undangan tersebut telah ditemukan pada tahun 1902 M, tergali dari tiang batu hitam. Perundang-undangan bangsa Syam yang paling kuno dan termasyhur sampai sekerang.&lt;br /&gt;Talmud mengatakan tentang reinkarnasi. Yaitu sebuah pemikiran dari India yag merembes ke Babylonia. Pemikiran ini ditransfer oleh tokoh-tokoh agama Babylonia kepada pemikiran Yudaisme.&lt;br /&gt;Ketika Mereka terpengaruh oleh pemikiran Masehisme, mereka berkata: “Wahai nenek moyang kami untuk kembali menuju syari’atmu, wahai raja kami, dekatkanlah kami untuk menyembahMu, dan kembalilah bersama karni menuju taubat yang tulus dalam haribaanmu”.&lt;br /&gt;Dalam beberapa periode, merekatelah meyemebah tuhan-tuhan: Ball’iem, Asytrat, Aram, Shoidum, Mu’ad, ‘Amon, dan Tuhannya orang-orang Palestina. (kitab hukum: 10/6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TEMPAT TERSIAR DAN KAWASAN PENGARUHNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Ibrani pada asalnya hidup di wilyah Yordani dan Palestina. Kemudian Bani Israel pindah ke Mesir. Dan mereka mengembara ke Palestina untuk mendirikan sebuah masyarakat Yahudi di sana. Tetapi karena mereka menyendiri, merasa super, fanatic dan suka melakukan persekongkolan jahat, maka mereka ditekan dan diusir. Sehingga mereka terpecah belah ke seluruh penjuru dunia. Sebagian ada yang sampai ke Eropa, Rusia, Negara-negara Balkan, Amerika dan Spanyol. Sedangkan sebagian yang lain ada yang menuju Negara-negara Arab yang kemudian terusir kembali dari Negara-negara itu dengan bangkitnya fajar Islam. Sebagian lagi ada yang di Afrika  dan Asia.&lt;br /&gt;Sejak akhir abad ke 20 M. yang lalu, mereka terus mengumpulkan pecah-pecahan mereka di bumi Palestina yang didukung dan didorong oleh zionisme dan penjajah.&lt;br /&gt;Tidak syak lagi, bahwa orang-orang Yahudi sekrang, yang mencapai sekitar 15 juta  orang, tidak memutuskan hubungannya sejak zaman Ibarahim. Kebradaan mereka sekrang ini merupakan campuran dari berbagai bangsa yang kemudian tetap bersikap keyahudi-yahudian. Mereka datang ke wilayah Palestina atas dorongan penjajahan.&lt;br /&gt;Adapun mereka yang pulang ke asal-usulnya Israel, mereka itu benar-benar Yahudi tulen, Khususnya yang Israel.wallahualam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Disadur dari berbagai literatur.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2747392038353271315-4025117028492450578?l=tegalrumpit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/feeds/4025117028492450578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2010/06/sejarah-singkat-yudaisme.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/4025117028492450578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/4025117028492450578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2010/06/sejarah-singkat-yudaisme.html' title='Sejarah singkat Yudaisme*'/><author><name>KHUSNIMUBAROK ABDULLAH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TPzMsP72JHI/AAAAAAAAAEU/qeb1Sc8tchY/S220/love%2B%25282.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TBnKjCq4gvI/AAAAAAAAAC0/0vCpiengMLU/s72-c/Photo_00001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2747392038353271315.post-710841070550364975</id><published>2010-02-04T22:32:00.000-08:00</published><updated>2010-02-22T08:51:01.292-08:00</updated><title type='text'>INTEGRASI SOSIAL MASYARAKAT BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF TAFSIR (sebuah upaya mencari jalan dalam rentang perbedaan)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/S2u9Mhw1HkI/AAAAAAAAACs/r-taHgDiCFk/s1600-h/DSC_0192.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/S2u9Mhw1HkI/AAAAAAAAACs/r-taHgDiCFk/s200/DSC_0192.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434645398271893058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(tulisan ini pernah dimuat di detikcom, edisi kamis,18/02/2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendahulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agama, dalam bentuknya yang bagaimanapun adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Way of Live &lt;/span&gt; yang menghubungkan manusia dengan suatu Dzat diluar dirinya yang dianggap absolute, Tuhan. Dalam proses interaksi dirinya dengan Dzat dimaksud, agama dianggap memberikan panduan untuk menuju titik kominikatif antara keduanya. Jalan hidup, itulah barangali yang memberikan agama sebagai Syari’at(asal kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;assari’ &lt;/span&gt;yang berarti jalan besar-raya). Untuk dapat melalui jalan besar itu, pada fitrahnya manusia memilih jalan kecil (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;al-thariq&lt;/span&gt;: jalan kecil-gang) yang mereka anggap lebih cepat untuk sampai ke syariat itu. pernyataan ini dapat diilustrasikan bahwa syariat adalah jalan besar yang secara langsung menuju tujuan utama (Tuhan), dan al-thariq adalah jalan-jalan kecil yang menghubungkan manusia menuju jalan besar (syariat) tersebut. Di jalan itu terdapat banyak lajur kendaraan yang berbeda pula, bahkan ada yang lebih senang melewati jalur-jalur alternatif, atau bahkan jalan tol untuk lebih cepat sampai. Jenis kendaraan yang dipakaipun macam-macam dari sepeda motor, mobil pribadi hingga ke Bus besar. Warna dan mereknyapun berbeda, namun, semua kendaraan itu menuju satu tujuan yang sama. &lt;br /&gt;Pemahaman terhadap cara pandang di atas akan dapat menumbuhkan kesadaran pada setiap pemeluk agama untuk saling menghormati sesame pengguna jalan (syariat) hidup beragama. Dengan memahami dan menghormati jenis dan bahkan “merk” kendaraan yang dipakai dengan tidak mengatakan mereka yang berbeda dari sebagiannya adalah tidak sah.&lt;br /&gt;Ironisnya, dalam prakteknya perbedaan jalan ini memunculkan banyak persinggungan yang tak jarang berujung konflik (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;adu jotos&lt;/span&gt;-mungkin). Realitas ini semakin membiaskan konsepsi universal tentang satu tujuan yang sma,Tuhan. Dalam al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terminologi  Integrasi sosial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, integrasi diartikan sebagai pembauran hingga menjadi kesatuan. Kesatuan sendiri dengan demikian mengisyaratkan perhimpunan elemen-elemen berbeda. Ilmu sosiologi memaknai sebagai perhatian terhadap nilai kemajemukan pada tingkat perilaku individual (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;behavioral&lt;/span&gt;) atau satuan-satuannya.&lt;br /&gt;Integrasi sosial meliputi interaksi individu dengan semua arti yang berhubungan dengan komunikasi simbolik, penyesuaian timbal balik, kerjasama atau konflik dan pola penyesuaian (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;adaptation&lt;/span&gt;) atau yang berhubungan satu sama lain terhadap lingkungan yang lebih luas dan berbeda. Dalam konteks masyarakat beragama, integrasi sosial dengan demikian mencakup segala proses penyatuan kelompok beragama dalam kapasitas sosialnya (bukan keyakinannya-madzhab sekalipun) ke dalam kesatuan sosial lebih dari sikap mengedepankan simbol atau identitas golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Quran Mengingatkan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat al-Imran ayat 102 dan 103:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah sebenar-benarnya takwa&lt;/span&gt; (yaitu dengan mentaati dan bukan mendurhakai. Mensyukuri dan tidak kufur nikmat, mengingat dan tidak melupakanNya. Kata para sahabat; wahai rasulallah, siapakah yang sanggup melaksanakan ini?” maka ayat ini dinasakhkan dengan firmanNya;-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“bertakwalah kamu kepada Allah menurut kemampuanmu”-) dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam &lt;/span&gt;(bertauhid kepada Allah).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Berpegang teguhlah kamu dengan tali Allah&lt;/span&gt; (agamanya) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kesemuanya, dan janganlah kamu berpecah belah&lt;/span&gt; (setelah menganut Islam) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;serta ingatlah nikmat Allah &lt;/span&gt;(karuniaNYa) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kepadamu ketika kamu dulu&lt;/span&gt;(sebelum islam) b&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ermusuh-musuhan, maka dirukunkanNya&lt;/span&gt; (dihimpunNya) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;di antara kamu &lt;/span&gt;(melalui Islam) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lalu jadilah kamu berkat nikmatNya bersaudara &lt;/span&gt;(dalam agama dan pemerintahan) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;padahal kamu telah berada di pinggir jurang neraka &lt;/span&gt;(sehingga tak ada lagi jalan kecuali terjerumus ke dalamnya dan mati dlam kekafiran) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lalu diselamatkannya kamu dari padanya&lt;/span&gt; (melalui iman kalian), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatNya supaya kamu memperoleh petunjuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara Ijmali, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-maraghi&lt;/span&gt; menafsirkan ayat diatas dengan kewajiban berpeganag teguh kepada kitab dan janji Allah yang telah dijanjikanNya, dalm perjanjian itu menurut al-maraghi terkandung perintah hidup rukun dan bermasyarakat (bernegara) untuk taat kepada Allah dan rasulNya dan melaksanakan perintahNya.&lt;br /&gt;Dalam konteks &lt;span style="font-style:italic;"&gt;asbabunnuzul,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Faryabi &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;abi Hatim  &lt;/span&gt;bersumber dari &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anas r.a&lt;/span&gt; meriwayatkan ayat ini katika kaum Aus dan Khajraj terlibat dialog tentang kegagahan-kehebatan masing-masing dari keduanya sebelum disatukan oleh Islam (jahiliyah), hingga ahirnya terpola pada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;egoisme-primordial&lt;/span&gt; keduanya, sehingga kedua kelompok ini saling tuding dan hendak berhadapan satu sma lain sebelum ahirnya berita ini terdengar oleh Rasulullah saw. dan  diwahyukanNya ayat ini pada rasulullah. &lt;br /&gt;Dalam suratal-An’am ayat 153 Allah lagi2 lagi menegaskan tentang pentingnya integrasi dalam kehidupan manusia. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan bahwa yang kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia: jangan kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud tali Allah dalam ayat ini adalah jalan yang lurus;perpecahan itu dengan demikian adalah jalan yang tidak boleh ditempuh. Jalan-jalan yang lain dimaksud adalah agama-agama dn kepercayaan yang selain Islam. Kecaman Allah bagi mereka yang mengikuti jalan lain itu dapat disimak dalam sutar yang sama ayat 159 yang artinya;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;” sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi berpecah belah &lt;/span&gt;(bergolongan), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tidak ada sedikitpun tanggung jawab kamu terhadap mereka, sesungguhnya rusan mereka hanyalah terserah Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah, di sisi yang lain, perbedaan adalah Sunnatullah. Setiap manusia diberikan kebebasan untuk menggunakan akal dan nuraninya unuk mencari jalan yang terbaik menuju Allah. Dalam term ini, Islam (Syariah) sebagai system nilai yang idiil hampir menemukan kemapanannya. Tentunya kesatuan tauhid akan keesaan Allah dan kerasulan Muhammad SAW adalah mutlak. Kemapanan ini akan berbeda ketika sudah memasuki wilayah sosiologis masyarakat beragama. Nilai kesatuan Tauhid itu dalam pencapaiannya sebagai sunnatullah sering kali menimbulkan perbedaan. Perbedaan dalam proses inilah yang memicu terjadinya konflik sosial masyarakat beragama sesuai dengan latar belakang sosiologis-antropologis mereka masing-masing dalam menangkap pemahaman tauhid. Klaim paling benar dalam perbedaan itulah yang dikecam Allah SWT. Karenanya  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;an Sich&lt;/span&gt; siapa yang paling benar nantinya hanya hak Allah untuk menentukan sebagai hak otoritas tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Integrasi, antara Pluralitas dan Konflik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cara pandang yang sempit terhadap makna dan hakikat agama dus kurangnya sikap menerima perbedaan sebagai sunnatullah akan memicu konflik dalam beragama (masyarakat beragama), atau bahkan intern komunitas agama. Konflik sebagai suatu pertentangan yang terjadi dalam masyarakat antara individu dan kelompok muncul karena adanya perbedaan cara pandang dan penyikapan atasnya yang diperparah dengan  differensiasi latar belakang sosial budaya, pengetahuan,keyakinan, norma dan nilai-nilai yang dianut.&lt;br /&gt;Secara teoritik, konflik berangkat dari adanya sesuatu yang tidak sama antara satu bagian dengan bagian lainnya yang menimbulkan ketegangan-pertentangan.walau pada ahirnya menurut &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Paul B. Horton&lt;/span&gt; (1996;19) pertentangan itu akan membawa perubahan. Cara pandang Horton ini memusatkan perhatiannya pada perbedaan, ketegangan dan perubahan yang dipaksakan oleh masing-masing pihak untuk mendapatkan keuntungan dari konflik dimaksud.&lt;br /&gt;Sosiolog Muslim era abad 13-an, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ibn Khaldun &lt;/span&gt;kurang lebih memandang konflik memiliki potensi integratif. Ibn Khaldun memandang sisi positif dari konflik yang terjadi di masyarakat. Menurutnya, konflik it terjadi hanya karna persepsi keliru terhadap makna &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ashabiah”&lt;/span&gt; sebagaimana terjadi pada masa jahiliyah sebelum kelahiran Islam.persepsi keliru itu menafikan potensi nasionalisme semangat kesukuan untuk kesatuan yang lebih besar dari pada kecintaan berlebih terhadap kelompoknya.&lt;br /&gt;Masih menurut Khaldun, konsep Ashabiah jahiliyah merupakan perilaku negatif yang timbul karena kesombongan, takabur dan keinginan untuk menyokong-bergabung dengan suku yang lebih kuat dan terhormat sehingga sering kali menimbulkan konflik diantara kelompok-kelompok lain. Padahal konsep Ashabiah mengandung nilai-nilai solideritas sosial berdasarkan nilai-nilai Islam, sesuai dengan makna &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ashab” &lt;/span&gt;yang berarti persahabatan atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“isabah” &lt;/span&gt;yang berarti ikatan mental social yang menghubungkan orang-orang secara kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Integrasi dan Pluralisme, Upaya Mencari Persamaan Persepsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prinsip &lt;span style="font-style:italic;"&gt;religius plurality&lt;/span&gt; tidak melulu dimaknai sebagi pengakuan kebenaran semua agama, akan tetapi pluralisme keagamaan itu menandaskan pengertian dasar bahwa semua agama diberi kebebasan untuk hidup mengingat semua agama pada mulanya menganut prinsip yang sama tenang ke-Esaan. Maka dengan demikian agama-agama iu baik karena dinamika internalnya sendiri atau karena persinggungan satu sama lain akan secara berangsur-angsur menemukan kebenaran asalnya sendiri, sehingga semua akan bertumpu pada satu titik pertemuan, meminjam istilah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nurcholis Madjid &lt;/span&gt;Cammon Platform ini dalam al-Quran disebut dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kalimatun sawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, pada saat syariat itu datang, ia tidak memonopoli beragam jalan keselamatan an sich hanya pada pemeluknya saja. Namun keberagamannya diakui Islam. Baik metode-cara, syariat-syariat dan agama-agama sebelumnya dalam kesatuan tauhid adan uluhiyyah dus mengakui konsep iman kepada hari pembangkitan dan berperilaku baik. Dengan menenpakan luralitas pada posisi ini, pluralitas dapat melahirkan pengayaan peradaban dan budaya. Sebut saja sebagai contoh; Islam dalam potret masyarakat timur tengah tidak mesti sama dengan Islam di Asia, atau Islam jawa dengan Islam di luar jawa memiliki corak yang tidak persis sama.dinamiknya bentuk kebeagamaan ini tentunya masih dala kesatuan tauhid.&lt;br /&gt;Allah SWT dalam surat Hud ayat 118-199 menegaskan:&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Jikalau Tuhanmu menghendaki,tentu dia menjadikan manusia umat yang satu,tetapi mereka senantiasa berselisiah pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untk itulah Allah menciptakan mereka”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sa’id Ibn Jubair&lt;/span&gt; (45-95 H / 665-714 M) menafsirkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ummatan waahidatan”&lt;/span&gt; dengan agama Islam atau syari’at Islam semata. Sedangkan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mujahid Ibn Jubair al-Maliki&lt;/span&gt; (21-104 H / 624-722 M) dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Qhatadah Ibn Duamah as-Sadusi&lt;/span&gt; (61-118 H / 680-736 M) menafsirkan ayat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat”&lt;/span&gt; dengan keniscayaan manusia selalu berada dalam syari’at-syari’at yang beraneka ragam. Dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hasan al-Basyri&lt;/span&gt; (21-110 H / 642-628 M), &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Muqatil Ibn Sulaiman &lt;/span&gt;(150 H / 761 M) dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Atha Ibn Dinar &lt;/span&gt;(126 H / 744 M) menafsirkan “dan untuk itulah  Allah menciptakan mereka” sebagai pemafhuman atas indikasi adanya perbedaan, atau karena manusia berbedalah maka Allah SWT menciptakan mereka.&lt;br /&gt;Sebagaimana struktur agama Islam yang dapat merangkum pluralitas dan keyakinan dalam beragama, demikian juga dimensi universalisme-humanismenya yang diatur oleh kerangka ke-ummat-an, subtansi dan pemahamannya menjadi membesar dan terus elastifistik, futuristic dan dinamik. Dengan demikian jika kesatuan umat dapat menaungi pluralitas syariat dan ahama-agama, dipastikan dapat juga menaungi pluralitas bangsa-bangsa. Kedua warna pluralitas dan kemajemukan  itu adalah satu ayat (kebesaran) Allah SWT. &lt;br /&gt;Keyakinan beragam yang berbeda menggariskan batas-batas lingkaran keyakinan-keyakinan yang berbeda dalam naungan kesatuan agama. Dan bahasa-bahasa menggariskan batas-batas lingkaran kebangsaan yang beragam dalam naungan integrasi umat. Dalam al-Qur’an ditegaskan;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;” dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu, sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang mengetahui”.&lt;/span&gt; (ar-Rum : 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Integrasi Sosial dalam Strata Bangsa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bangsa yan besar ini, dalam dimensi Horizontal dapat dsederhanakan dengan penandaan terhadap adanya kolektifisme sosial berdasarkan kesukuan, keagamaan dan kedaerahan. Pada perjalanan sejarahnya seringkali terjadi gesekan sosial baik dalam terma kesukauan, keagamaan maupun kedaerahan.motif dan nuansanya juga beragam, tak jarang perbedaan kedaerahan misalnya dipertajam dengan perbedaan adat istiadat atau juga kesenjangan ekonomi antar daerah. Dalam masyarakat beragama konflik seringkali disulut oleh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“semangat membabi buta” &lt;/span&gt;antar kelompok agama, dan banyak lagi contoh kasus konflik SARA lainnya yang terekam kuat  dalam ingatan masyarakat bangsa ini.&lt;br /&gt;Singkatnya, pekerjaan rumah seluruh elemen bangsa ini bagi tercapainya integritas sosial masyarakat untuk mencari solusi  konsep kesejahteraan berlaku aktif menembus batas-batas  kedaerahan dengan berbagai manifestasinya. Konflik yang terus berkecamuk di daerah-darah rawan konflik seperti Ambon, Poso, maluku, aceh, Timika dan lainnya hanyala percikan api dari belum tuntasnya proses integrasi nasional dalam tinjauan vertikalistik. Perlu kesadaran mendalam seluruh elemen bangsa ini untuk saling bergandengan tangan dengan semangat toleransi akan perbedaan untuk kesatuan nasional yang lebih baik di kemudian hari.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahualam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2747392038353271315-710841070550364975?l=tegalrumpit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/feeds/710841070550364975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2010/02/integrasi-sosial-masyarakat-beragama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/710841070550364975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/710841070550364975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2010/02/integrasi-sosial-masyarakat-beragama.html' title='INTEGRASI SOSIAL MASYARAKAT BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF TAFSIR (sebuah upaya mencari jalan dalam rentang perbedaan)'/><author><name>KHUSNIMUBAROK ABDULLAH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TPzMsP72JHI/AAAAAAAAAEU/qeb1Sc8tchY/S220/love%2B%25282.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/S2u9Mhw1HkI/AAAAAAAAACs/r-taHgDiCFk/s72-c/DSC_0192.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2747392038353271315.post-6267716610400876141</id><published>2010-02-01T04:31:00.000-08:00</published><updated>2010-01-05T09:41:55.867-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/SYwxhLAjf5I/AAAAAAAAABQ/poiSM0E2wAc/s1600-h/888888.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299665307468791698" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 294px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/SYwxhLAjf5I/AAAAAAAAABQ/poiSM0E2wAc/s320/888888.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;AGAMA&lt;/span&gt; DAN KONTEKSTUALISASI AJARAN DALAM KEBERAGAMAAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;(Sebuah Tinjauan Singkat Tentang Lemahnya Partisipasi Institusi Sosial Masyarakat &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bergama)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;oleh: Khusni Mubarok Abdullah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika membicarakan agama, akan terdapat dua pengertian yang penting. Agama sebagai doktrin dan ajaran di satu sisi, dan agama sebagai aktualisasi doktrin dan ajaran tersebut yang terdapat dalam sejarah kehidupan manusia di sisi yang lain. Sayyed Hossein Nasr membedakan dua pemahaman ini dengan Islam Ideal dan Islam Realita.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menurutnya, doktrin agama bersifat ideal yang menuntut penganutnya untuk mengamalkannya secara ideal pula, namun pada realisasinya seringkali jauh dari apa yang diharapkan.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Inti keberagamaan adalah meyakini suatu dzat di luar diri manusia yang bersifat absolut. Di dalam diri manusia terdapat kesadaran akan kehadiran suatu kekuatan yang maha melampaui segala sesuatu yang menjadi sumber munculnya kedamaian, kegelisahan, keberanian, kegembiraan, kedamaian dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kesadaran demikian telah memunculkan banyak kepercayaan dalam perjalanan sejarah kehidupan manusia. Kesadaran akan adanya kekuatan di luar diri manusia ini selain diyakini dapat memberikan ketenangan, kedamaian dan perlindungan, juga dapat memberikan petunjuk akan tata cara pengabdian pada kekuatan dimaksud. Kekuatan dan kebesaran dzat itu menjadi karakteristik absolut yang melekat hanya pada identitas ketuhanan yang maha Absolut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bimbingan dzat maha absolut itu di sebut ajaran (wahyu). Di dalamnya termuat ajaran tentang kebenaran dan kebaikan yang bersifat parsial maupun universal. Dalam hal ini terdapat kesamaan pandangan antar agama-agama dan menjadi karakteristik masing-masing agama tersebut, Islam dengan ajaran tauhid dan kemuliaan Tuhan, kristen dengan kasih sayang Tuhan, Konghucu dengan Peri-kemanusiaan, Hindu dengan perenungan dan Budha dengan kontemplasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Agama adalah suatu keinginan akan suatu cara hidup yang benar dan melakukan pemerataan cara hidup yang demikian. Keinginan tersebut merupakan desakan dari rasa kesadaran terhadap kebenaran yang diyakini, sekaligus sebagai tuntutan kesemestaannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sumber agama itu sendiri adalah kosmos dan dunia metafisis. Keinginan yang timbul dari dunia metafisik itulah inti semua ajaran-ajaran agama. Dalam hal ini agama bersifat pribadi sekaigus universal. Dikatakan pribadi karena agama merupakan pengalaman seseorang, namun hal itu sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan umum (universal) hati manusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Doktrin-doktrin inti agama tidak saja terdapat dalam ajaran yang berhubungan dengan konsepsi humanitas tetapi juga yang bersifat teologis, doktriner dan akidah. Ketika memasuki ranah akidah, tentunya bagi pemeluk agama-agama tersebut tidak akan melakukan tawar menawar. Misalnya, Islam memandang tauhid adalah doktrin terpenting dalam akidah; konsep tauhid perspektif Islam tersebut, pada kenyataannya menolak adanya kemusyrikan tuhan dengan yang lain; tuhan tidak beranak dan diperanakkan; tuhan tidak pula terbagi dari bilangan-bilangan atau bagian tertentu. Doktrin seperti ini tentu tidak dapat diterima oleh pemeluk Kristen, Yahudi, dan lainnya sebagai bagian imannya. Sebab keesaan tuhan memiliki keunikan dalam masing-masing agama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Demikian pula, kepercayaan Trinitas yang diyakini oleh Kristen, tentunya tidak dapat diterima Islam, Budha dan lainnya. Konsep keimanan Trimurti dalam ajaran Hindu tentu tidak diakui dalam kepercayaan Islam, Kristen dan Yahudi dan begitulah selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Agama sebagai sistem budaya yang bersifat kognitif; mengandung unsur-unsur sub sistem pengetahuan (knowledge), keyakinan (belief), aturan (norms) dan nilai (values). Berdasarkan pengetahuan (knowledge) yang diperolehnya dari sumber kitab suci dan para tokoh agama, tumbuhlah kepercayaan atau keyakinan manusia terhadap dzat yang dianggap tuhan. Searah dengan makna ini, Weber menggambarkan agama sebagai fenomena yang rumit dan kompleks, yang dapat memenuhi beberapa fungsi sekaligus.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Weber menggambarkan dimensi-dimensi agama sebagai berikut, yaitu : (1) dimensi kepercayaan atau keyakinan beragama disebut juga sebagai dimensi ideologi yang erat hubungannya secara spesifik dengan kelas sosial; (2) Dimensi Ritual berkaitan dengan praktek pelaksanaan agama; (3) dimensi pengalaman keagamaan, sebagai karakter agama yang suci dan kramat; (4) dimensi pengetahuan yang berkaitan dengan keberadaan fakta-fakta agama. Para penganut suatu agama akan mengetahui lebih banyak tentang agamanya, melalui dimensi pengetahuan (knowledge); (5) dimensi konsekuensi beragama, yang oleh Parson disebut dengan sistem kepribadian dan sistem prilaku.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Orang yang taat beragama, adalah orang yang berperilaku sesuai sistem budaya dan komitmen terhadap ajaran agama yang dianutnya sesuai taraf pengetahuan yang sederhana, masyarakat “primitif” misalnya harus memuja benda-benda alam dan memberikan persembahan sesuai hasil pemikirannya. Jadi dalam hal ini tetap ada sistem knowledge pada diri manusia untuk melakukan tindakan keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sistem keyakinan pada diri manusia adalah merupakan perasaan rahasia yang sangat dalam dan tidak bisa dicampuri oleh manusia lain, kecuali hati nuraninya sendiri. Timbulnya keyakinan dalam diri seseorang terhadap sesuatu dzat yang mungkin dia sendiri belum pernah melihatnya, adalah merupakan hak asasi bagi setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Keyakinan atau percaya dengan yakin dalam kehidupan beragama adalah penerimaan suatu ide (gagasan) secara khusus dengan sikap lebih mendalam, serta tidak membutuhkan formulasi pemikiran. Dengan demikian percaya atau yakin adalah perasaan yang sangat kuat pada diri manusia, bahwa ada kekuatan luar biasa di alam raya yang berada di luar dirinya.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Agama juga memberikan sumbangan pengetahuan tentang aturan dan nilai-nilai kehidupan yang dapat dijadikan ukuran untuk menentukan baik dan buruk, dilarang atau dibolehkan dalam kehidupan manusia dan masyarakat. Pada dasarnya semua agama adalah benar menurut model masing-masing, semuanya memenuhi kondisi-kondisi tertentu dari eksistensi manusia, meskipun dengan cara yang berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Berbeda dengan Karl Marx yang memandang eksistensi suatu agama hanya sebagai “candu” bagi masyarakat yang tertindas dan teraniaya dalam mempertahankan hidupnya dari keserakahan kaum borjuis. Konsep ini jelas bertentangan dengan perspektif. Durkheim yang memandang agama sebagai potensi untuk menciptakan integrasi, solidaritas, dan perubahan sosial.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lepas dari perdebatan ideologis di atas, di satu sisi agama berdasarkan sejarahnya merupakan masalah sosial, karenamenyangkut kehidupan manusia yang tidak bisa terlepas dari kajian-kajian sosial. Dalam konteks inilah Emile Durkheim menggambarkan bahwa agama merupakan sumber aspirasi manusia yang paling dalam, sumber semua kebudayaan yang sangat tinggi, agama menunjukkan seperangkat aktivitas manusia dan sejumlah bentuk sosial yang mempunyai arti penting.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftn7" name="_ftnref7"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sempitnya wawasan pengetahuan hakikat makna agama, kurangnya pengertian dan kesadaran akan makna perbedaan sebagai hukum alam (sunatullah) dapat menimbulkan konflik antara pemeluk agama, atau penganut faham intern umat beragama yang hanya akan menodai citra agama yang mengajarkan manusia untuk hidup rukun dan lapang dada dalam perbedaan agama dan budaya sebagai keniscayaan sejarah.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftn8" name="_ftnref8"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Konflik adalah suatu pertentangan yang timbul dalam masyarakat, baik individu maupun kelompok, karena adanya perbedaan cara pandang, adanya perbedaan kepentingan yang pasti karena adanya perbedaan latar belakang sosial budaya : berbeda latar belakang pengetahuan, keyakinan, norma, dan nilai-nilai yang dianutnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perbedaan sesungguhnya tidak harus selalu menimbulkan pertentangan, jika masing-masing pihak yang merasa berbeda memiliki wawasan yang luas, cara berpikir yang jernih serta niat yang lurus tanpa pretensi apalagi prasangka buruk. Seperti dijelaskan oleh Horton bahwa perspektif konflik memusatkan perhatian dan perbedaan, ketegangan dan perubahan yang dipaksakan dan dipertahankan oleh masing-masing pihak untuk memperoleh keuntungan.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftn9" name="_ftnref9"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[9]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam artikel klasiknya berjudul “Agama sebagai Sistem Budaya” Geertz meyakinkan bahwa hakikat agama adalah sistem aggasan yang bersifat kognitif dan esensial bagi kehidupan manusia. Geertz mendefinisikan agama dengan berbagai istilah sesuai fungsi agama yang mengandung simbol-simbol pengetahuan, keyakinan, norma dan nilai-nilai sosial budaya. Itu sebabnya dalam konsep Geertz, agama juga merupakan sistem simbol yang mengandung makna spiritual yang sakral. Geertz memandang bahwa tidak ada integrasi yang baik pada kebudayaan maupun tingkat sosial, kecuali dengan pendekatan agama sebagai sistem budaya.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftn10" name="_ftnref10"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[10]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Untuk menuju persamaan persepsi dalam kerukunan antar pemeluk agama yang berbeda, maka kesadaran akan kebenaran agama yang dianut dan kewajiban untuk menghargai kebenaran agama dalam perspektif pemeluk lain harus dirumuskan bersama. Di Indonesia, pengakuan akan pluralitas agama dan kebebasan memeluk agama telah diatur dalam UUD 1945 pasal 29. hal ini mengindikasikan bahwa untuk kebebasan memeluk agama dan toleransi antarumat beragama telah menjadi maslaah nasional. Belakangan, sekitar tahun 1992, seluruh lembaga-lembaga agama di Indonesia, Majlis Ulama Indonesia (MUI), Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Perwalian Umat Budha Indonesia (WALUBI) dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) membangun aktivitas bersama untuk mendukung program menegakkan keharmonisan hubungan antar agama dalam komunitas masyarakat beragama yang pluralistik.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftn11" name="_ftnref11"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[11]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Semangat bersama akan perlunya upaya dalam membangun kerukunan antarumat beragama di Indonesia belakangan mengalami peningkatan cukup signifikan. Hal ini bisa dilihat dari maraknya kegiatan dialog-dialog antaragama di daerah-daerah. Setidaknya, fenomena ini membuktikan bahwa respon terhadap masalah kerukunan beragama untuk menuju hari depan yang lebih baik bagi kelangsungan hidup bernegara semakin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Langkah strategis untuk masa depan adalah membangun rasa saling memahmi, kerjasama, dan berapresiasi antar pemeluk agama. Untuk membangun toleransi beragama yang harmonis ini diperlukan peran aktif seluruh elemen bangsa tanpa memandang perbedaan keyakinan masing-masing, tak terkecuali keterlibatan masyarakat sendiri dalam wadah yang memungkinkan untuk berpartisipasi seperti dengan berperan aktif melalui Partai Politik (Parpol), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau organisasi-organisasi massa lainnya (Ormas) dan aktifitas sosial lainnya.&lt;br /&gt;Agama memiliki dua sisi yang kontradiktif, di satu sisi agama mengajarkan umat manusia untuk saling mengasihi, agama telah banyak menjadikan manusia mengerti arti dan tujuan hidupnya. Namun di sisi yang lain, dalam perjalanan sejarahnya, agama seringkali dijadikan alat pembasmian komunitas manusia yang lain dan saling menghancurkan, ia diperlakukan sebagai legitimasi kekerasan antar agama lain, sehingga konflik sosial kerap kali bernuansa agama. Nilai-nilai kasih sayang agama menjadi kabur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pesan moral sosial dan individual, nilai-nilai keyakinan transendental ritus-ritus universal kandungan masing-masing agama, dan kebutuhan mutlak manusia akan kedamaian, ketenangan, kesejahteraan, kesatuan dan persatuan, sudah semestinya merangsang kesadaran semua fihak manusia beragama akan pentingnya kerjasama antara mereka, berupaya bersama berperan aktif dalam memelihara kerukunan antarumat berbeda agama dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dari uraian di atas ditegaskan bahwa agama memiliki potensi integratif yang dapat dirumuskan pada tataran sosial, bangunan rumusan itu dapat ditemukan dalam semua gerakan sosial yang diupayakan ke arah penyatuan visi akan pentingnya kerukunan dalam perbedaan dan saling menghormati perbedaan-perbedaan keyakinan masing-masing pemeluk agama, pada tataran implementatif toleransi beragama memiliki aturannya sendiri yaitu dengan tidak saling menganggu satu sama pemeluk lainnya.&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftn12" name="_ftnref12"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;[12]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Keadaan demikian dianggap perlu mengingat perbedaan keyakinan terhadap sesuatu yang sakral itu bertemu dalam dimensi kehidupan sosial manusia, maka diperlukan usaha semua penganut agama untuk bersama-sama memelihara kerukunan antarumat beragama untuk hidup berdampingan di tengah perbedaan dimaksud dengan keadaan dan ruang yang ada, baik melalui organisasi maupun lembaga sosial lainnya yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;referensi tambahan :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;[&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; Lihat Sayyed Hossein Nasr dalam Islam Cita dan Islam Fakta, (Jakarta : Yayasan Obor, 1984), hlm. 1-3&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;[2]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; Nurcholish Madjid membedakan dua pengertian ini dengan istilah Doktrin dan Peradaban Islam. Doktrin adalah Islam yang terdiri dari seperangkat ajaran ideal dalam bentuk wahyu yang diturunkan kepada Muhammad SAW, yang kemudian dihimpun dalam Al-Qur’an. sedangkan Islam Peradaban adalahIslam yang diamalkan oleh para pemeluknya yang memiliki sifat historis, yakni pengalaman-pengalaman yang menyejarah dalam kehidupan umat manusia. Lihat Nurcholish Madjid, Islam, Doktrin dan Peradaban, (Jakarta : Yayasan Wakaf Paramadina, 1992)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;[3]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; Bryan S. Turner, Menggugat sosiologi Sekuler, Studi Analisis Atas Sosiologi Weber, (Yogyakarta : Suluh Press,2005), hlm.29&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;[4]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; Max Weber, Sosiologi Agama, Cetakan II, (Jogjakarta, Ircisod : 1962), hlm. 56-58&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftnref5" name="_ftn5"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;[5]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; William Howells, Penyembahan Berhala Orang Primitif dan Agamanya, New York : The American Museum of Natural History, 962. hlm. 24&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftnref6" name="_ftn6"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;[6]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; Emile Durkheim, The Elemntary Forms Of Religious Life, New York, The Fre Press, 1995, hlm. 2.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftnref7" name="_ftn7"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;[7]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; Thomas F, O’dea, Sosiologi Agama (Jakarta : CV. Rajawali, 1966), hlm. 3&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftnref8" name="_ftn8"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;[8]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; Syafi’I Ma’arif, Islam, Kekuatan Doktrin dan Kegamangan Umat, (Jogjakarta : Pustaka Pelajar, 1997), hlm. 110.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftnref9" name="_ftn9"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;[9]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; B. Paul Horton, Sosiologi, alih bahasa Amirudin Ram dan Tita Sobari, (Jakarta : penerbit Erlangga, 1996), hlm. 19&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftnref10" name="_ftn10"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;[10]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; Clifford Geert, The Interpretation of Cultures, (New York : Inc, Publishers : 1975), hlm. 17&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftnref11" name="_ftn11"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;[11]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; Burhanudin Daya, Agama Dialogis, Merenda Dialektika Idealita dan Realita Hubungan Antaragama, (Yogyakarta : LKiS, 2004), hlm. 240&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2747392038353271315#_ftnref12" name="_ftn12"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;[12]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt; Ibid, hlm. 93&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2747392038353271315-6267716610400876141?l=tegalrumpit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/feeds/6267716610400876141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2009/02/agama-dan-kontekstualisasi-ajaran-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/6267716610400876141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/6267716610400876141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2009/02/agama-dan-kontekstualisasi-ajaran-dalam.html' title=''/><author><name>KHUSNIMUBAROK ABDULLAH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TPzMsP72JHI/AAAAAAAAAEU/qeb1Sc8tchY/S220/love%2B%25282.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/SYwxhLAjf5I/AAAAAAAAABQ/poiSM0E2wAc/s72-c/888888.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2747392038353271315.post-7663866464750720938</id><published>2009-10-12T04:21:00.000-07:00</published><updated>2010-10-13T04:04:46.362-07:00</updated><title type='text'>POSMODERN; Membongkar Dominasi Modernitas(Filsafat Modern,Filsafat Perenial,Hermenetika hingga Moh. Arkoun)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TLWSAiQ7-rI/AAAAAAAAADE/ymJSLZ7Q3uo/s1600/DSC_0192.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TLWSAiQ7-rI/AAAAAAAAADE/ymJSLZ7Q3uo/s200/DSC_0192.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527484655562652338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;Khusni Mubarok Abdullah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat Modern&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kemunculan filsafat modern sebetulnya seiring dengan zaman baru atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;"renaisance"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; dalam Istilah Barat, sekitar abad 15 dan 16 di masa abad pertengahan. Renaisance berarti kelahiran kembali; yaitu usaha untuk menghidupkan kembali kebudayaan klasik (Yunani-Romawi). yang paling penting dari masa ini adalah timbulnya ilmu pengetahuan Alam yang modern berdasarkan eksperimental dan matematis. Perintis jalan baru untuk perkembangan ilmiah modern adalah Leonardo Da Vinci (1452-1519), Nicolas Copernicus (1473-1543), Johanes Kepler (1571-1630) dan Galileo (1564-1643).&lt;br /&gt;Bapak filsafat modern adalah Rene Descartes (1596-1650), bahkan setiap filosof modern merupakan pengikutnya. prinsip &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Cagito ergo sum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (saya berfikir, maka saya ada) menjadi inspirasi pemikiran yang banyak melahirkan banyak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;philosophy-rasionalisme,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; meskipun masing-masing memiliki karakter spesialisasi tersendiri. sebut saja Niestze, dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;eksisitensialis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;nya menekankan kehendak berkuasa; Freud mengiisyaratkan insting seksual dan menunjuk naluri ekonomi sebagai inti kodrat manusia.&lt;br /&gt;Filsafat modern sangat mengagungkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;rasionalisme&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;empirisme &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;(materialisme). menurut Thomas Kuhn, keduanya adalah paradigma sains, tapi bagi John Dewey seorang filosof Amerika apabila rasionalisme dan empirisme dikawinkan dapat membuahkan pemikiran ilmiah modern. ini menjadi karakter dan stigma yang cukup kuat dalam istilah modernisasi sampai saat ini.&lt;br /&gt;pertanyaannya adalah sampai dimana filsafat modern mampu bertahan ? bagaimana pula filsafat Post modern menjadi alternatif sekaligus menggugatnya disaat bersamaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Filsafat Perenial&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Istilah lain filsafat perenial ini adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;phylosophie-perennis &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;(filsafat keabadian), pertama kali digunakan di dunia barat oleh  Augustinus Steuchers melalui karyanya yang berjudul &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;" De Perenni Philosophie" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;diterbitkan pada 1540, selanjutnya istilah tersebut dipopulerkan oleh Leibnitz 1715.&lt;br /&gt;Dari sudut kebahasaan Perenial berasal dari bahasa latin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Pereunis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; yang kemudian diadopsi kedalam bahasa Inggris yang berarti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;kekal selama-lamanya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;abadi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Istilah perenial biasanya muncul dalam wacana filsafat agama, agenda yang dibicarakannya adalah: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;pertama,&lt;/span&gt; tentang talian wujud yang absolut, sumber dari segala wujud tuhan yang maha benar adalah satu, dan hingga semua agama yang muncul dari satu pada prinsipnya sama karena dari sumber yang sama. &lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;kedua,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; filsafat perenial ingin membahas fenomena pluralisme agama secara kritis dan kontemplatif. meskipun agama yang benar hanya satu, tapi karena ia diturunkan pada manusia dalam spektrum historis dan sosiologis maka ia tampil dalam formatnya yang pluralistik. karenanya setiap agama memiliki kesamaan dengan agama lain sekaligus memiliki ke-khas-an sehingga berbeda dari yang lain. ketiga, filsafat perenial berusaha menelusuri seseoranga atau kelompok melalui akar-akar kesadaran religiusitas seseorang atau kelompok melalui &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;simbol, ritus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;serta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;pengalaman keagamaan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;filsafat perenial seperti dikemukakan diatas merupakan sebuah pandangan dunia ( a View of world) religius yang juga memiliki pemahaman khusus tentang realitas. dalam diri manusia terkandung dimensi realitas yang ilahiyah terlihat ke dalam tingkatan wujud yang paling rendah, menyebabkannya menjadi bingung tersesat dan akhirnya melupakan hakikat esensinya yang ilahiyah.&lt;br /&gt;melalui Budy Munawar Rahman, Aldous Huxley memberi rumusan perenial kepada kita antara lain : (1) metafisika yang memperlihatkan suatu hakikat kenyataan ilahi dalam segala sesuatu, kehidupan dan fikiran.(2) suatu psikologi yang memperlihatkan adanya sesuatu dalam jiwa manusia (soul) yang identik dengan kenyataan ilahi itu dan (3) etika yang meletakkan tujuan manusia dalam pengetahuan terhadap dasar yang imanen dan transenden dari segala sesuatu.&lt;br /&gt;Filsafat perenial memang berkaitan dengan  yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Scientia sacra&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; (absolut), oleh karenanya filsafat ini ialah pengetahuan yang selalu ada, dalam tradisi kristen disebut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Grostic,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; sedangkan dalam Islam dinamakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;al-Hikmah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Agama memang beragam, akan tetapi semua tertuju pada titik absolut yang sama (esoterik); yaitu Tuhan. kerangka filosofis inilah yang oleh Frithjot Schoun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;disitilahkan dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;filsafat perenial.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; kalau Nurcholis Madjid (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;alm&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;)- berbeda dalam pengistilahannya meskipun esensinya nyaris sama;dalam istilah teologi kesatuan agama-agama atau teologi inklusifnya, Nurcholis Madjid mencoba meretas alur fikir monoteisme (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;tauhid&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;) dan sikap pasrah (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;al-islam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;) sebagai kalimah as-sawa (kesatuan agama-agama), hanya saja beliau menggunakan idiom-idiom islam dalam pengistilahannya. maka dibanding Schoun, perenialisme Nurcholis  lebih  bercorak Islam.&lt;br /&gt;filsafat perenial sebetulnya bersifat tradisional, ini juga yang menjadi penyebab timbulnya pertentangan dengan filsafat modern, terutama dalam perebutan klaim keabsahan antara objektif dan subjektif. sains modern menganggap semakin terlihat secara material, maka semakin objektif. apalagi ilmu-ilmu ketuhanan (teologi) dianggap semakin bersifat subjektif. dari sudut pandang perenial akan berbeda, justru kebalikannya; yang metafisik (esoteris) adalah yang objektif karena merupakan hakikat dari yang manifes (yang eksoteris itu) kebenaran agama dipandang terletak pada sisi esoteris. sering kali orang terjebak bahwa benarnya agama dengan eksotoris, padahal itu hanya yang manifes saja. meskipun dalam hal yang manifes ada juga kebenaran sebagai akibat adanya yang esoteris dalam bungkus manifes.&lt;br /&gt;Ajaran kebenaran esoteris di atas ini telah sejak lama dari zaman nabi Adam kemudian dikembangkan oleh nabi Idris yang dalam tradisi filsafat Yunani diidentikkan dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Hermes&lt;/span&gt; sebagai &lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;father of phylosopher &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;(abul hukkania). Hermes itulah yang menurut sebagian pendapat adalah nabi Idris, yang telah merintis cikal bakal filsafat perenial setelah ia menerima wahyu dari tuhan. dari nama Hermes inilah lalu lahir apa yang disebut filsafat Hermenetika; suatu kajian filosofis untuk mengenal inti pesan  tuhan yang berada di balik ungkapan bahasa (teks).&lt;br /&gt;Dalam dongeng Yunani, Hermes(nabi Idris) dipanggil oleh Dewa (tuhan) yang disana Hermes dapat perintah tuhan untuk disampaikan kepada pengikutnya karena hermes sadar betul tingkat kecerdasan serta situasi sikologis dan sosiologis rakyatnya, maka Hermes berusaha meredaksikan pesan tuhan dengan bahasa dan pengungkapan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh kaumnya, maka yang terjadi pada kasus Hermes ini adalah terjadinya dualitas antara esensi pesan dan bentuk atau medium untuk mengekspresikan pesan tuhan, dalam perkembangan selanjutnya, Hermenetika sering digunakan sebagai metode tafsir untuk menggali pesan tuhan yang perenial, dibalik wadah bahasa yang terikat oleh budaya dalam ruang dan waktu tertentu.&lt;br /&gt;Wahyu yang diterima para nabi apabila dianalisa kembali akan memunculkan dua problem utama hermenetika. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;pertama,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; yang harus dipecahkan oleh para nabi ialah bagaiman menyampaikan kehendak tuhan yang menggunakan'bahasa bumi', &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt;kedua,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; bagaiman menjelaskan isi sebuah teks keagamaan kepada masyarakat yang hidup dalam tempat dan kurun waktu yang jauh berbeda dari pihak penulisnya, mengingat bahasa manusia demikian banyak ragamnya, sedangkan setiap bahasa mencerminkan pola budaya tertentu, maka problem penterjemahan dan penafsiran merupakan problem pokok dalam hermenetika.&lt;br /&gt;Hermenetika selalu berkaitan dengan proses pemahaman, penafsiran dan penerjemahan atas pesan (lisan atau tulisan) untuk selanjutnya disampaikan kepada masyarakat yang hidup dalam dunia yang berbeda. ada tiga elemen inti dalam hermenetika, yaitu pengarang, teks dan pembaca. ketiganya harus dinamis, terbuka dan dialogis, karena tanpa itu maka sebuah teks akan kehilangan  ruh dan ahirnya mati. persoalan menjadi rumit ketika jarak dan waktu, tempat dan budaya antara pengarang dan teks demikian jauh.&lt;br /&gt;Persoalan keterasingan inilah yang menjadi perhatian utama Hermenetika sebagai sebagai sebuah teori interpretasi yang kemudian berkembang menjadi sebuah disiplin filsafat. tugas pokok hermenetika adalah bagaimana menafsirkan sebuah teks klasik atau teks yang asing sama sekali bagi kita yang hidup di zaman dan tempat dan setting sosial kultur yang berbeda.&lt;br /&gt;inti Hermenetika adalah suatu kajian filsafat untuk mengenal pesan tuhan yang ada di balik ungkapan bahasa. dalam perkembangan selanjutnya hermenetika sering digunakan sebagai tafsir untuk menggali pesan tuhan yang perenial, di balik bahasa yang terikat oleh budaya dalam ruang waktu tertentu.&lt;br /&gt;Proses penafsiran melalui hermenetika tidak menggunakan metode induksi atau deduksi, tapi dengan metode alternatif yang disebut abduksi, yaitu menjelaskan data berdasarkan asumsi dan analogi penalaran serta hipotesis-hipotesis yang memiliki berbagai kemungkinan kebenaran. disini pra-konsepsi dan pra-disposisi seorang penafsir dalam memahami teks memiliki peran yang penting dalam proyek pembangunan makna.&lt;br /&gt;Pada dasarnya apa yang disebut pemahaman dan pengalaman agama sampai batas tertentu merupakan refleksi dan penafsiaran subjektif yang muncul dari proses dialog seseorang dengan dunia yang dihadapi. termasuk dunia tradisi dan teks keagamaan. dengan kata lain, ketika seseorang membaca dan memahami sebuah teks, secara tidak langsung ia memproduksi ulang dan menfsir teks sesuai dengan kemampuan dan kecenderungan subjektifnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menganal seorang Mohammad Arkoun (&lt;/span&gt;bersambung)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;............................................................................&lt;br /&gt;Membongkar dominasi filsafat modern(&lt;/span&gt;bersambung juga)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;bersambunggggggggggg... cape ngetiknya........&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2747392038353271315-7663866464750720938?l=tegalrumpit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/feeds/7663866464750720938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2007/10/posmodern-membongkar-dominasi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/7663866464750720938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/7663866464750720938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2007/10/posmodern-membongkar-dominasi.html' title='POSMODERN; Membongkar Dominasi Modernitas(Filsafat Modern,Filsafat Perenial,Hermenetika hingga Moh. Arkoun)'/><author><name>KHUSNIMUBAROK ABDULLAH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TPzMsP72JHI/AAAAAAAAAEU/qeb1Sc8tchY/S220/love%2B%25282.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TLWSAiQ7-rI/AAAAAAAAADE/ymJSLZ7Q3uo/s72-c/DSC_0192.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2747392038353271315.post-7853223896435578466</id><published>2007-10-04T04:59:00.000-07:00</published><updated>2007-10-05T07:03:51.884-07:00</updated><title type='text'>MEMPERTIMBANGKAN KEMBALI TEORI BENTURAN ANTAR PERADABAN SAMUEL HATINTON</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Oleh : &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Khusni Mubarok abdullah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan sejarah peradaban manusia  dalam pasang surutnya telah menciptakan  dialektika kritis  dalam pewacanaan global. para pakar sosial, agama, budaya, ekonomi dan politik mencoba menyuguhkan analisa mereka dalam perspektifnya masing-masing. Sebut saja &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hatinton,&lt;/span&gt; pemikir sosial politikg&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; abad modern ini menawarkan teorinya bahwa kelak perkembangan peradaban manusia akan didominasi oleh budaya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Timur&lt;/span&gt; di satu sisi dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barat &lt;/span&gt;di sisi lain. islam, Konfusius dan ag&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ama agama Timur digolongkan Hatinton sebagai timur dan kristen disisi lain sebagai Barat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Teori ini tidak menarik dalam hemat saya, karna bersifat r&lt;span style="font-style: italic;"&gt;eligius-politic.&lt;/span&gt; analsisa ini dapat mudah disangkal ketika masyarakat dunia tidak bisa menggolongkan Hindu, Budha atau simbiosisnya yang lain mengingat, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; Agama agama dimaksud secara historis hanya berada dalam zona yang lokalistik, India, Bali, Myanmar, Thailand dan di beberapa negara tertentu saja. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; agama-agama dimaksud dalam sejarahnya tidak pernah berada dalam puncak kejayaannya.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ketiga,&lt;/span&gt; agama-agama dimaksud juga tidak bersifat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;universalistik&lt;/span&gt;. berbeda dengan Islam dan Kristen misalnya, kedua agama ini memiliki universalisme yang tidak terbantahkan, penganutnya tersebar diseluruh penjuru dunia. dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keempat.&lt;/span&gt; metode &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bloking&lt;/span&gt; yang dilakukan Hatinton menafikan realitas bahwa tidak semua manusia di bagian Timur dunia menganut Islam atau konFusius, dan sebaiknya Barat tidak seluruhnya beragama kristiani.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Namun, Hatinton telah menawarkan teori yang menarik ketika kita lihat dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ideologis frem&lt;/span&gt;, entah dalam istilah mana yang tepat, Islam VS Kristen atau Sosialisme VS Kapitalisme, atau Islam dan sosialisme (atau mungkin embrio Komunisme pasca runtuhnya Soviet) disatu sisi VS Kapitalisme di sisi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pendapat  ini dapat diperkuat dengan : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pertama, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Eonomic-analitis&lt;/span&gt;. pertarungan kapitalisme dan sosialisme Pasca perang dingin yang berahir dengan kemenangan Kapitalisme telah merubah wujud dunia secara Global, Amerika dengan seksama berhasil meletakkan prinsip ketergantungan dunia atas mata uang Dolar, kenyataan ini membuat seluruh negara maju dan bahkan berkembang mau tidak mau, suka tidak suka harus mengikuti irama ini, hampir menutup kemungkinan sebuah negara dalam  meningkatkan pendapatan negaranya disetandarkan pada mata uang selain Dolar. Jelas ini sangat berpengaruh dalam kebijakan-kebijakan negara tertentu yang harus melakukan standar pendapatan (devisa) dengan invlasi negaranya. negara-negara miskin seperti Kuba, India, Thailand, Laos, Bhangladesh, ukrania dan negara-negara lain dengan sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"terpaksa"&lt;/span&gt;  melakukan usaha-usaha ekonomi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"bawah tanah"&lt;/span&gt;(dalam Bahasa saya) dengan melakuan  pengayaan opium, obat-obat terlarang,transaksi senjata, ilegal Loging dan lainnya untuk meningkatkan pendapatan tambahan.bila kita lebih cerdas inilah yang melatar belakangi kegemaran amerika memberikan sangsi ekonomi melalui PBB bagi ngara-negara dimaksud. keadaan ini diperparah dengan tersumbatnya komunikasi politik Luar negeri bebas aktif mereka dengan negara-negara luar. secara politik ini mengindikasikan arogansi Kapitalisme bagi negara yang tidak mau secara aktif bekerja sama dengan amerika, baik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ekonomi, militer, inteljen, , isu terorisme&lt;/span&gt; dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kedua,&lt;/span&gt; analis apolitik Timur-tengah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bloking &lt;/span&gt;politik ameriak terhadap timur tengah. masalahnya sederhana, dengan dibumi hanguskannya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lebanon&lt;/span&gt; beberapa waktu lalu telah mengahiri mimpi buruk Amerika akan laju ekonomi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;China&lt;/span&gt; yang akan masuk ke Timur-tengah melalui Lebanon. China yang notabene berideologi Komunis jelas merupakan ancaman besar bagi dominasi kapitalisme di Timur-Tengah, dus pada 2020 nanti China diprediksikan akan menjadi negara terkaya dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang perlu untuk menjadi catatan khusus: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pertama, &lt;/span&gt;munculnya Kapitalisme di eropa dan wilayah lainnya disertai dengan menurunnya kepercayaan dan praktik keagamaan (spiritualitas) yang sebelumnya menjadi tradisi masyarakat pra-industrial. Perkembangan kapitalisme industri pada level ekonomi  dibarengi - dalam ruang budaya - oleh sekularisasi kepercayaan dan praktik serta oleh progresivitas rasionalisasi kehidupan. ini ditandai dengan semakin melemahnya pengaruh gereja dalam masyarakat.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;Menurunnya peran agama dengan demikian menjadi landasan bagi munculnya sistem kepercayaan sekular atau 'ideologi'  yang diarahkan untuk memobilisir tindakan politik dengan tanpa mengacu  pada nilai dan kehidupan yang lain. kesadaran agama dan mistisitas masyarakat pra-industrial digantikan oleh kesadaran praktis yang berakar dari kolektivitas sosial dan diawali oleh sistem kepercayaan sekular.dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ketiga,&lt;/span&gt;perkembangan tersebut melahirkan 'era ideologi' yang berujung pada terjadinya gerakan revolusioner radikal pada abad sembilan belas dan awal abad dua puluh. gerakan tersebut - seperti tulisan-tulisan para ahli teori sosial 1950-an dan 1960-an - merupakan manifestasi ahir era ideologi. Saat ini kehidupan politik merupakan persoalan reformasi bertahap dan sebagai akomodasi pragmatik terhadap kepentingan pihak yang bertikai. tindakan politik  dan sosial tak hanya diawali oleh sistem kepercayaan sekular yang menuntut perubahan sosial secara radikal. Karena itu, berdasarkan pendukung pandangan ini, masyarakat dunia sedang menyaksikan tidak hanya akhir ideologi tapi  akhir dari ideologi itu sendiri.  untuk mendalami diskursus ini, saya  sarankan pembaca untuk membaca  buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Matinya ideologi &lt;/span&gt;karya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Daniel Bell &lt;/span&gt;atau juga  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the End Of History&lt;/span&gt; karya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Francis Fukuyama,&lt;/span&gt; atau juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Third Way&lt;/span&gt; milik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Antony Gidens&lt;/span&gt; dan karya-karya tokoh lain.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;bersambung.........&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2747392038353271315-7853223896435578466?l=tegalrumpit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/feeds/7853223896435578466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2007/10/mempertimbangkan-kembali-teori-benturan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/7853223896435578466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/7853223896435578466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2007/10/mempertimbangkan-kembali-teori-benturan.html' title='MEMPERTIMBANGKAN KEMBALI TEORI BENTURAN ANTAR PERADABAN SAMUEL HATINTON'/><author><name>KHUSNIMUBAROK ABDULLAH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TPzMsP72JHI/AAAAAAAAAEU/qeb1Sc8tchY/S220/love%2B%25282.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2747392038353271315.post-5919796093501461457</id><published>2007-09-26T15:52:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T07:10:42.754-08:00</updated><title type='text'>TRADISI MULIA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SEBUAH TRADISI YANG MULIA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Oleh : H. Mochammad Fuady Abdullah&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kita tolelir bersama bahwa setiap bangsa atau wilayah tertentu mempunyai tradisi yang berbeda-beda.bahkan dari zaman ke zaman hal itu selalu menjadi suatu momen penting bagi setiap individu maupun kolektif untuk melakukan dan memperingatinya.Hal itu sah sah saja,karena adat bukanlah agama.Sebagai orang yang beragama tentu ketika melihat sesuatu maka pertimbangan yang dilakukannya adalah apakah tidak keluar atau bahkan dianjurkan dari dan oleh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil contoh setiap negara didunia ini mulai dari barat hingga yang paling timur tiap tahun mereka selalu memperingati hari kemerdekaannya masing-masing.Dari Negara kafir,muslim sampai yang anti tuhanpun ( komunis) melakukan hal2 semacam itu.Dalam hal ini tentu bukanlah sebuah masalah.Hanya sebagai orang yang beragama tentu cara peringatannyapun adalah dengan hal2 yang tidak melanggar agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dalam kehidupan masyarakat , khususnya dinegara kita Indonesia tercinta,banyak sekali tradisi yang berkembang bahkan terus dijaga keberlangsungannya.baik adat yang timbul dari masyarakat sendiri maupun dari instansi terkait dalam hal ini adalah negara.Misalnya peringatan 17 agustusan,hari pahlawan,hari kartini,apel upacara bendera disekolah tiap seminggu sekali dls.tentu bukan hal yang salah jika kita memperingatinya.Hanya sekali lagi,sebagai orang beragama tolok ukurnya apakah refleksi dari peringatan itu sesuai ataukah melanggar batasan2 agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada lagi tradisi yang timbul dari masyarakat itu sendiri seperti kenduri,nuju bulan kehamilan,ulang tahun kelahiran anak,kita sendiri atau orang lain,hari jadi perusahaan,pabrik dls.Hal itu juga bukan masalah karena agama tidak pernah melarangnya kecuali kalau cara memperingatinya dengan hal2 yang dilarang agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah saw sebagai panutan dan uswah kita tidak pernah melarang sebuah tradisi kecuali jika didalamnya ada hal2 yang menyimpang syariat.Bahkan terkadang rosulullah saw meneruskan tradisi orang2/kaum sebelumnya,bukan menghilangkannya.Hanya saja rosulullah saw merubah sedikit saja tradisi itu untuk membedakan dengan mereka dan tatap tidak merubah bentuk peringatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya disebutkan dalam hadits bukhori no 2004 dan muslim no 1130 bahwa suatu saat nabi datang kemadinah,beliau menjumpai orang2 yahudi sedang berpuasa ‘Asyuro ( tanggal 10 muharram).lalu nabi saw bertanya :”sedang berpuasa apa kalian?”.Mereka menjawab:”Pada hari ini Allah telah menenggelamkan fir’aun dan tentaranya kedalam laut dan menyelamatkan musa,jadi kami bergembira dan mensyukurinya”.Lalu nabi berkata bahwa aku lebih berhak dari kalian dalam hal ini.Kemudian Rosulullah saw berpuasa ‘Asyuro dan memrintahkan umatnya untuk berpuasa memperingati hari bersejarah “asyuro tersebut.Hadits bukhori muslim tersebut diatas dari Ibnu Abbas ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dijanjikan bagi mereka yang berpuasa ‘asyuro pahala yang besar,sebagaimana hadits shohih dari Abu Qotadah ra “bahwa ketika Rosulullah saw ditanya tentang puasa ‘asyuro,Rosulullah saw menjawab bahwa puasa ‘asyuro melebur dosa satu tahun yang telah lewat. (HR Muslim no 1262).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hadits shohih diatas maka memperingati hari2 tertentu dimana didalamnya terdapat peristiwa2 besar adalah diperbolehkan.Bahkan jika cara yang dipakai untuk memperingatinya adalah dengan hal2 yang baik maka akan memperoleh pahala.Tradisi kaum yahudi memperingati hari ‘asyuro tidak rosulullah larang,bahkan rosulullah saw pun ikut berpuasa dan memerintahkan umatnya berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kemudian rosulullah saw memerintahkan umatnya puasa 2 hari agar tidak sama dengan kaum yahudi.Lihatlah konteksnya sangat jelas bahkan cara peringatannya pun sama yakni dengan berpuasa.dalilnya hadits dari Ibnu Abbas ra,beliau berkata bahw rosulullah saw bersabda :”Kalau saja saya diberi umur panjang sampai tahun depan,maka saya akan puasa juga tanggal 9 nya.”(HR Muslim no 1134).Tapi Allah swt telah memanggil beliau pada tahun itu sebelum muharrom tahun depannya tiba.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BERSAMBUNG…&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2747392038353271315-5919796093501461457?l=tegalrumpit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/feeds/5919796093501461457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2007/09/sebuah-tradisi-yang-mulia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/5919796093501461457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/5919796093501461457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2007/09/sebuah-tradisi-yang-mulia.html' title='TRADISI MULIA'/><author><name>KHUSNIMUBAROK ABDULLAH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TPzMsP72JHI/AAAAAAAAAEU/qeb1Sc8tchY/S220/love%2B%25282.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2747392038353271315.post-3637671393473304027</id><published>2007-09-26T15:38:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T07:10:42.813-08:00</updated><title type='text'>BAB HAIDH,ISTIHADHOH DAN NIFAS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;BAB  HAIDH  ( MENSTRUASI ),ISTIHADHOH DAN NIFAS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Oleh : H.Mochammad Fuady Abdullah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaah Alhamdulillaah washsholaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah saw wa’alaa aalihii wasohbihii wa atbaa’ihii ajma’iin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;BAB 1. HAIDH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Haidh adalah sebuah kebiasaan bagi tiap2 wanita dalam tiap bulannya.Bagi setiap muslimah  wajib mengerti tentang masalah haidh ini.Mulai dari pertama kali menstruasi,seorang wanita muslimah sudah dikatakan balighoh dan mulai saat itulah dia disebut mukallaf,artinya dia harus siap menjaga tugas2nya sebagai seorang muslimah,beribadah kepada Allah swt dengan menjalankan perintah2 Allah dan menjauhi segala larangan2Nya.Dia sudah harus memikul tugas dan kewajiban2 agamanya hingga dia kembali pulang ke rahmatullah dan bertanggung jawab dengan segala amal perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Minimal usia wanita haidh itu apabila ia sudah umur 9 tahun qomariyyah dan bukan memakai kalender syamsiyyah atau nasional/umum.Hitungan mudahnya 9 tahun qomariyyah itu adalah 3189 hari lebih 1 jam 12 menit,ini dihitung mulai ia lahir dari ibunya.Jadi kalau ada seorang wanita mengeluarkan darah dari rahimnya dan dia belum berumur 9 tahun maka itu bukan darah haidh tetapi darah fasad atau penyakit.Dan itu tidak jadi ukuran untuk menetapkan bahwa dia sudah balighoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;DASAR HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN MASALAH HAIDH&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Dalam Alqur’an al kariem Allah swt berfirman :”&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang haidh.Katakanlah:”Haidh itu adalah kotoran”.Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkn diri (tidak boleh menjima’) dari wanita  diwaktu haidh dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci (sebelum mandi jinabah).Apalabila mereka telah suci maka campurilah mereka itu ditempat yang diperintahkan Allah kepadamu.Sesungguhnya Allah menyukai orang2 yang bertaubat dan menyukai orang2 ang mensucikan diri”.(Q.S.Al baqoroh 222).&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Sebab turunnya ayat tersebut adalah bahwa orang2 yahudi kalau isterinya sedang haidh maka tidak boleh ada didalam rumah,harus keluar dari rumah,tidak boleh makan bersama suaminya dan lain2.Ahirnya para sahabat bertanya kepada Rosulullah saw,maka kemudian turunlah ayat tersebut.Lalu Rosulullah saw bersabda :”&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ishna’uu kulla syai’in illaa annikaah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;…Artinya kalian boleh melakukan apa saja terhadap istri yang sedang haidh kecuali jima’/bersetubuh.Dalam hadits bukhori muslim nabi saw bersabda:”Haadzaa syai’un katabahullohu ‘alaa banaati aadam”..Artinya haidh adalah salah satu ketentuan dari Allah untuk setiap wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Sebelum kita masuk inti pembahasan haidh dan contoh2nya,berikut ini kita ketahui dulu apa2 saja yang diharamkan agama bagi setiap wanita yang sedang haidh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;1- Sholat.Baik sholat fardhu ataupun sunah.Disamping haram sholatnyapun tidak sah.Wanita haidh tidak wajib mengqodho sholatnya.Dalil haramnya sholat bagi wanita haidh adalah Alquran,surat Annisaa 43 juga hadits dari Ibnu Umar ra bahwa beliau mendengar nabi bersabda:”&lt;strong&gt;Laa tuqbalu&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;sholaatun bighoiri thuhuurin&lt;/strong&gt;”.(HR Muslim 224).Artinya sholat tidak diterima dalam keadaan tidak suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;2- Puasa.Baik puasa fardhu seperti romadhon,nadzar dan qodho romadhon juga puasa sunah seperti senin,kamis,tanggal 13,14,15 dll.Disamping haram haram puasanya juga tidak sah.Cuman saja wanita haidh ini wajib mengqodlo puasa.Karena ada hadits dari ‘Aisyah ra bahwa kami diperintahkan oleh rosulullah saw untuk mengqodho puasa tapi tidak diperintah mengqodho sholat.Dalilnya adalah hadits Rosulullah saw riwayat bukhori no 315 dan 298 juga dalam riwayat muslim hadits no 335 dan 80.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;3- Membaca Al qur’an.baik satu ayat atau lebih bahkan satu kalimatpun kalau diniatkan membaca alqur’an maka hukumnya haram.Dalilnya adalah sebuah hadits Rosulullah saw bersabda:”&lt;strong&gt;Laa taqro’i al&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;junubu walal haaidhu syai’an minal qur’an&lt;/strong&gt;”.Arinya Orang junub dan haidh tidak boleh membaca alqur’an.Kalau tidak bertujuan membaca alqura’an seperti membaca bismillahirrohmaanirrohim ketika mau makan,minum dll,atau mengucapkan innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun ketika terkena musibah maka hukumnya tidak haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;4- Memegang mushaf (al qur’an).Dalilnya adalah alqur’an :”&lt;strong&gt;Laa yamassuhuu illal&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;muthohharuun&lt;/strong&gt;”.(Al waaqi’ah 79).Artinya tidak menyentuhnya kecuali hamba2 yang disucikan.juga didukung sebuah hadits rosulullah saw :”&lt;strong&gt;Laa yamassul qur’an illaa&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;thoohir”.&lt;/strong&gt;Artinya tidak boleh memegang alquran kecuali dalam keadaan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;5- Diam didalam masjid.Dalilnya adalah hadits Rosulullah saw:”&lt;strong&gt;Laa uhillu almasjida li haa’idhin walaa junubin&lt;/strong&gt;”.(HR Abu Dawud 232).Artinya Aku tidak halalkan masjid untuk orang haidh dan junub.Kalau hanya lewat dan yakin kalau darahnya tidak menetes dan jatuh dimasjid maka hukumnya boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;6- Thowaf.baik thowaf  rukun seperti thowaf ifadhoh atau thowaf wajib seperti thowaf wada’ (perpisahan/pamitan),ataupun thowaf sunah seperti thowaf qudum (pertama/selamat datang).karena thowaf hukumnya sama seperti sholat,artinya harus suci dari hadas.Dalilnya adalah hadits Rosulullah saw:”&lt;strong&gt;Aththowaafu bil baiti sholaatun,illaa annallooha ahalla lakum fiihi alkalaamu,faman takallama falaa yatakallam illaa bi khoirin&lt;/strong&gt;”.Artinya Thowah di baitulloh adalah sholat,hanya saja Allah memperbolehkan bicara dalam thowaf,barang siapa berbicara saat thowaf,maka bicaralah yang baik.(HR Al Hakim 1/459 dengan isnad yang shohih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;7- Jima’.yaitu bersetubuh dalam keadaan haidh.Dalilnya adalah Alquran :”&lt;strong&gt;Walaa taqrobuuhunna hattaa yathhurna&lt;/strong&gt;…”.Artinya janganlah mendekati mereka (para istri) kecuali setelah mereka suci.(QS Al Baqoroh 222).Maksud dari kalimat jangan mendekati adalah jangan menjima’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;&lt;strong&gt;MASA HAIDH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Masa haidh itu ada yang disebut Al Aqoll atau masa minimal,ada yang disebut Al ghoolib atau masa yang umum dan ada yang disebut Al Aktsar atau waktu maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Waktu minimal keluarnya darah haidh adalah sehari semalam atau dalam hitungan 24 jam,hal itu kalau darah terus merembes keluar,artinya jika diambil kapas dan ditempelkan kerahim maka darahnya nyata ada atau kelihatan.Jadi misalnya ada seorang wanita haidh mengeluarkan darah pada hari pertama 10 jam,hari kedua 8 jam,hari ketiga 6 jam.terus darah berhenti,jadi genap 24 jam.maka wanita ini berarti haidh pada masa Al aqoll.Wanita ini tidak wajib mengqodho sholatnya.Kalau dihitung sampai saat darah berhenti tadi kurang dari 24 jam,maka itu berarti bukan darah haidh tapi disebut darah penyakit,fasad atau istihadhoh.wanita yang seperti ini wajib mengqodho sholatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Adapun masa umumnya haidh adalah 6 atau 7 hari,walaupun darah yang keluar tidak terus menerus merembes keluar.Tapi darah yang tidak terus menerus keluarnya kemudian dihukumi darah haidh itu syaratnya masa keluarnya  darah dalam 6 atau 7 hari itu kalau dihitung ada 24 jam atau lebih.kalau kurang dari 24 jam maka bukan darah haidh tapi darah fasad atau istihadhoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Contoh..umpamanya si desy mengeluarkan darah selama 7 hari,setiap sehari semalam hanya 3 jam,jadi kalau dihitung 3 jam x 7 hari =21 jam.berarti kurang dari 24 jam.maka darah selama 7 hari itu bukan darah haidh tapi darah penyakit atau istihadhoh.Karena bukan darah haidh maka si desy harus mengqodho sholat yang ditinggalkannya selama 7 hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Apabila si desy dalam 7 hari itu,setelah mengumpulkan dan menghitung masa masa keluarnya darah dan ternyata ada 24 jam atau lebih.maka masa 7 hari itu adalah haidh dan waktu2 yang sempat tidak mengeluarkan darah itu tetap dihukumi masa haidh.Jadi Desy tidak wajib mengqodho sholatnya selama 7 hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Sedangkan maksimal masa haidh adalah 15 hari walaupun darah yang keluar tidak terus menerus merembes.Tapi darah yang tidak terus menerus keluar dalam masa 15 hari ini dihukumi haidh syaratnya pada masa keluarnya darah apabila dikumpulkan dan dihitung ada 24 jam atau lebih.kalau tidak ada 24 jam maka bukan darah haidh tapi darah penyakit atau istihadhoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Contoh: Didalam masa 15 hari si ita mengeluarkan darah setiap harinya mengeluarkan darah hanya 1 jam,jadi dalam 15 hari hanya 15 jam.maka semua itu bukan darah haidh tapi darah penyakit atau istihadhoh.jadi si ita harus mengqodlo sholat yang ditinggalkannya selama 15 hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Apabila si ita dalam 15 hari itu setelah mengumpulkan dan menghitung masa keluarnya darah dan ternyata ada 24 jam bahkan lebih maka 15 hari itu dihukumi haidh dan masa masa kosong/tidak mengeluarkan darah didalam 15 hari itu tetap dihukumi masa haidh.Jadi ita tidak wajib mengqodho sholat selama 15 hari itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Apabila darah masih keluar setelah 15 hari dan seterusnya,maka darah tersebut bukan darah haidh,tapi darah istihadhoh,jadi tanggal 16 ita harus mandi besar dan wajib sholat,puasa dan lain-lain,walaupun darah masih keluar.Sebab orang istihadhoh itu hukumnya adalah orang yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;&lt;strong&gt;SUCI DARI HAIDH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Secara umum semua wanita tiap bulan pasti mengalami haidh dan suci.Minimal masa suci yang menengah2i antara dua haidh yaitu 15 hari.Karena maksimal masa haidh itu 15 hari,maka otomatis minimal masa suci antara dua haidh yaitu 15 hari.Kalau masa suci antara haidh dan nifas bisa saja kurang dari 15 hari.Suci antaranya haidh dan nifas ada yang haidh dulu lalu suci,kemudian nifas.Karena orang hamil juga ada yang mengalami haidh (menurut madzhab Syafi’ie).Dan ada yang nifas dulu lalu suci,kemudian haidh.Tapi keluarnya darah harus setelahnya nifas berjalan hingga 60 hari yaitu masa maksimal nifas.Karena kalau banyaknya nifas itu belum sampai 60 hari,kemudian wanita itu mengeluarkan darah,maka darah itu bukan darah haidh.Kecuali kalau antara berhentinya darah nifas dan keluarnya darah kembali (selanjut)nya itu ada masa 15 hari lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Umumnya suci yaitu sisanya masa 1 bulan setelah haidhnya menetapi keumuman.Jadi kalau seorang wanita haidh 6 hari,berarti sucinya 24 hari.kalau haidhnya 7 hari,berarti sucinya 23 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:130%;" &gt;Maksimal masa suci itu tidak terbatas.Terkadang ada seorang wanita yang haidhnya hanya 1 kali kemudian tak pernah haidh lagi,dan kadang ada yang tidak haidh sama sekali seumur hidupnya,sehingga suci terus,seperti sayyidah maryam binti imron ibunda nabi Isa as dan sayyidah fathimah azzahro putri baginda rosulullah saw.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;BERSAMBUNG…….&lt;br /&gt;Pada bab selanjutnya adalah tentang mustahadhoh atau wanita yang mengalami istihadhoh dengan type wanita yang juga tidak sama permasalahannya….&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masaail Annisaa’ karya Asysyekh Mishbah zainal musthofa.&lt;br /&gt;Al fiqhul manhajy ‘alaa madzhabi al imaami asysyafi’ie karya Dr Musthofa Al khin,Dr Musthofa Al bughoo dan Asysyekh ‘Aly asysyuraihy.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2747392038353271315-3637671393473304027?l=tegalrumpit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/feeds/3637671393473304027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2007/09/bab-haidhistihadhoh-dan-nifas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/3637671393473304027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/3637671393473304027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2007/09/bab-haidhistihadhoh-dan-nifas.html' title='BAB HAIDH,ISTIHADHOH DAN NIFAS'/><author><name>KHUSNIMUBAROK ABDULLAH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TPzMsP72JHI/AAAAAAAAAEU/qeb1Sc8tchY/S220/love%2B%25282.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2747392038353271315.post-1515063363445661007</id><published>2007-09-26T14:10:00.000-07:00</published><updated>2009-12-16T07:10:42.817-08:00</updated><title type='text'>Buat bapak ema tercinta...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: webdings; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Desa tenajar lor adalah sebuah desa terpencil disebuah wilayah kabupaten indramayu.Di sana pulalah Aku dan adik2ku dilahirkan oleh seorang Ibu yang teramat mulia dan sangat kami sayangi.Fathimah chamami,demikian nama sang bunda.Saat kami kecil,ibu selalu merawat dan mendidik kami.Dari mulai belajar membaca alquran,sholat dll..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami semua disekolahkannya di SD/MI dan diniyyah,tentu dengan harapan kelak kami menjadi orang2 yang berilmu,berwawasan,berpendidikan dan menjadi harapan serta kebanggaan kedua orang tua.Derai air matanya saat berdoa selalu mengiringi setiap langkah2 kami.Kecintaan ibu terhadap anak2nya tak pernah mati hingga saat kematiannya.Didasar hatinya selalu ada kata MAAF buat anak2nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...air susumu telah menjadi daging dan darah dalam tubuh kami.Bapak...cucuran keringatmu saat disawah untuk membiayai kami belajar tak mungkin bisa kami tebus dengan apapun.Kalian tak pernah lelah dan letih mengawal kehidupan kami.Kami saat ini hanya mampu berdoa semoga Allah mengampuni dosa2 kalian,membalas semua amal sholih kalian dan kelak mendapatkan surga Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak...peluh dan keringatmu saat mencangkul disawah sangat membayang dibenak kami.Betapa mulia hatimu bapak....Saat terik engkau masih disawah hanya dengan berbekal air putih dalam botol aqua bekas dan beberapa batang rokok gudang garam merah.Bapak...aku tulis ini dalam keadaan menangis.Aku bayangkan betapa engkau gigih bekerja untuk kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan turun begitu deras....sedang engkau masih jauh ditengah2 sawah..Engkau pulang dengan basah kuyup,perutmu yang kosong tetap engkau tahan.Tertatih2 pulang dari sawah dibawah guyuran hujan dan sambaran2 geluduk yang terus menerus.Bapak....ema...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami percaya doa2mu tak pernah putus buat kami...cinta dan sayangmu  tak kan pernah berhenti...Kami anak2mu bertekad ingin membahagiakan kalian berdua.Kami juga tetap selalu berdoa buat bapak dan ema..semoga kalian diberi umur panjang oleh Allah,dibalas segala amal sholih kalian,mendapat ampunan dan ridho Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak2mu wahai bapak ema...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2747392038353271315-1515063363445661007?l=tegalrumpit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/feeds/1515063363445661007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2007/09/buat-bapak-ema-tercinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/1515063363445661007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2747392038353271315/posts/default/1515063363445661007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegalrumpit.blogspot.com/2007/09/buat-bapak-ema-tercinta.html' title='Buat bapak ema tercinta...'/><author><name>KHUSNIMUBAROK ABDULLAH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_EjARJC8gO2g/TPzMsP72JHI/AAAAAAAAAEU/qeb1Sc8tchY/S220/love%2B%25282.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
